
Antah apo nan tajadi
Manga kini basimpang jalan
Batanyo juo ka bakeh diri
Indak ado tibo
imsakiyah ramadhan
Bapantang bana ba hati ibo
Bia sangsaro di tangguang surang
Tahun patang baserak nan tibo
Tahun kini antah kama mahilang
Lareh hidup di ayun sansai
Padiah hiduik manangguang seso
Poto caleg jo gambar partai
Co itu imsakiyah ramadhan ditarimo
Paek sajo nan bagarih
Bia karajo sasuai jo dirancanakan
Pamilu kini lah habis
Mako habih juo imsakiyah ramadhan
Imsakiyah ramadhan, agak langka, menyambut bulan suci ramadhan tahun ini. Tak seperti tahun lalu, imsakiyah ramadhan, berserakan. Bahkan, masing masing rumah bisa kedatangan 20 buah imsakiyah ramadhan. Itupun dibagi bagikan caleg. Lengkap dengan poto dan gambar partai
Bisa jadi Pemilu sudah usai. Biasanya, imsakiyah ramadhan dibuat itu, untuk promosi caleg mencari simpatik warga. Makanya, dibagi bagikan kerumah rumah, agar imsakiyah ramadhan bergambar poto caleg dan poto partai itu, menjadi arena sosialisasi menyambut bulan suci
Tidak saja mendatangi rumah warga, imsakiyah ramadhan itu, juga ditempelkan ditempat tempat terbuka, warung, fasilitas umum. Bahkan, juga menempel di mesjid dan mushalla. Itupun tidak satu, tapi cukup banyak. Karena, caleg dan partai berbeda yang ikut mencari suara
Pemilu telah usai dan memasuki bulan suci ramadhan tahun 2024 ini. Seminggu mendekat bulan suci umat Islam ini. Tak satupun, imsakiyah ramadhan mendatangi rumah warga. Tak terlihat menempel di warung, fasilitas umum, mesjid dan mushalla.
Mungkin, mereka sudah mendapatkan suara warga dan tak perlu lagi menarik simpatik warga. Begitu juga caleg yang kalah, tentu tak mungkin lagi membuat imsakiyah ramadhan. Kemenangan sudah diraih, suara sudah didapat, tinggal menikmati hasil. Dan, tak perlu buat imsakiyah ramadhan lagi
Imsakiyah ramadhan dijadikan ajang politik. Tahun politik, sudah berakhir dan berakhir juga dibagikan imsakiyah ramadhan. Tak ada lagi, imsakiyah ramadhan. Kalaupun ada yang membuat mesjid atau mushalla. Bahkan, ada juga dari kalangan pengusaha. Itupun dibagikan tak merata. Ya, begitulah kenyataannya
Penulis
Novri Investigasi


