
Lama merenung, berusaha mencari jawaban. Apa makna yang tersirat dari filosofis sepakbola yang dilontarkan Mastilizal Aye, sepakbola dimainkan dengan kepala, kakimu hanyalah alatnya. Bukankah sepakbola lebih dominan kaki, itu sebabnya disebut sepakbola. Lalu, kenapa kepala dimainkan
Dalam sepakbola, kepala juga disebut heading. Teknik yang digunakan untuk mengontrol bola dengan menggunakan kepala. Biasanya, heading, juga berfungsi mencetak gol dari umpan silang atau tendangan sudut. Artinya, peran kaki lebih dominan dari kepala dalam sepakbola
Kecerdasan dalam Bermain
Tapi, setelah di inok manuangan. Ditelaah lebih dalam lagi dan dipikir pikir, ternyata filosofis Mastilizal Aye, SH, Wakil Ketua DPRS Kota Padang itu, ada benarnya. Bahkan, filosofis itu ungkapan cerdas dari Ketua Askot PSSI Kota Padang. Karena, disamping teknis, ada keputusan yang tepat dalam situasi tertentu. Ini berkaitan dengan kemampuan otak
Artinya, kemampuan otak, lebih tinggi memiliki kontrol impuls atau gerakan yang tidak diinginkan dan fokus melakukan gerakan yang diperlukan agar efektif dalam permainan. Kecerdasan seorang pemain bisa membuat keputusan dilapangan semakin akurat. Wajar Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Padang itu, mengatakan, sepakbola dimainkan dengan kepala, kaki hanya alat
Ini sejalan dengan pemikiran Dr. John Sullivan dalam bukunya ‘The Brain Always Wins’ Menurutnya, pemain sepakbola dengan pergerakan yang sangat baik, memiliki kecepatan pemrosesan yang tinggi. Itu bertepatan dengan kemampuan manajemen otak mereka. Artinya, proses ini merupakan upaya koordinasi yang sangat cepat dari pusat otak bawah dan atas
Disimpulkannya, pemain dengan kognitif tinggi mampu mengakses database yang disimpan di otak mereka. Semakin banyak sumber daya emosional dan kognitif yang tersedia, maka semakin akurat dan cepat dalam mengambil keputusan
Penulis melihat, filosofis Mastilizal Aye, sangat cerdas yang terlupakan banyak orang. Apalagi, mengadopsi, sepakbola berkaitan dengan teknik dan fisik belaka. Padahal, kecerdasan seorang pemain dapat mengontrol permainan dilapangan.
Jika pemain tetap tenang dalam mengelola energi, akan dapat membuat keputusan dalam hitungan milidetik. Mastilizal Aye, menyimpulkan sepakbola itu dimainkan orang orang yang cerdas. Karena, berpikir sambil berlari. Filosofis dikutip dari pemain kharismatik dan legenda sepakbola Italia Andreas Pirlo, cocok untuk sepakbola modern
Penulis
Novri Investigasi


