
Catatan : Richard. Akb
Kalau benar seperti yang dilansir oleh sejumlah media online, salah seorang putra Gubernur Sumbar Mahyeldi, ditunjuk oleh pimpinan nasional sebagai Ketum PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Wilayah Propinsi Sumbar mulai saat ini, tentu akan memberikan warna baru dalam dunia perpolitikan daerah ini ke depannya.
Partai yang diketuai oleh putra Mantan Presiden RI Jokowi itu, saat ini lagi naik daun dan selalu mendapat pembicaraan hangat, baik ditingkat nasional maupun daerah.
Di Sumbar partai tersebut pada Pemilu terakhir sepertinya belum.mendapat kursi di parlemen, baik propinsi maupun kab/ ko di daerah ini.
Yang menariknya adalah, putra Gubernur Sumbar, kalau tak salah mereka dulunya juga dicalonkan oleh PKS untuk duduk di parlemen, tetapi belum berhasil. Karena orang tuanya Mahyeldi dengan latar belakang PKS.
Mahyeldi duduk di parlemen Prop. Sumbar beberapa tahun silam, jadi wakil walikota Padang, kemudian Walikota Padang dan selanjutnya menjadi Gubernur Sumbar memasuki dua periode diusung oleh PKS.
Jadi masyarakat menganggap keluarga besar Mahyeldi adalah PKS tulen, apalagi dia juga pimpinan PKS Sumbar sampai saat ini.
Meskipun semua warga negara punya hak.politik sesuai hati nuraninya, namun secara hitung hitungan, tak mungkinlah rasanya satu keluarga berbeda aliran.
Apa yang tersirat dari keputusan putra Gubernur tersebut tentu merekalah yang tau, dan tentu mereka telah menghitung untung ruginya bila berbeda partai dengan sang Ayahnya.
Mungkin di dalam keluarga tidak masalah berbeda aliran, karena itu merupakan hak politik yang bersangkutan,/ setiap warga negara . Tetapi masyarakat pasti punya pandangan lain, seperti ,apa untung dan buntungnya mereka bergabung ke partai lain, bukan ke partai ayahnya.
Mungkin di cerita cerita lapau kopi sudah menjadi pembicaraan hangat, ada yang berpendapat minor, dan ada pula yang menyambut positif.
Salah satu ungkapan yang muncul adalah, ” Ini Politik Bung”,
Ibarat main dadu, setelah dikuncang/ di kocok2 kalau dapat angka enam ( Angka paling besar), tentu Alhamdulillah, bila dapat angka minus 0 atau 1 (paling kecil), biasalah dalam percaturan politik,, Yang penting mereka berjuang tanpa lelah/ tanpa menyerah untuk dapat perhatian dan dukungan besar dari konstituen.
Kenapa orang berlomba lomba masuk partai/ berpolitik..Sesuai tiorinya, barangkali hanya satu, yaitu dapat kursi/ kekuasaan, untuk membangun bangsa dan negara..Mewujudkan masyarakat sehat sentosa, adil dan makmur.
Kalau istilah Lapau kopi, tak satu jalan ke Roma, kan banyak partai yang bisa dimanfaatkan untuk meraih cita cita,
Sesuai tiori perpolitikan tujuannya tentu untuk naik ke puncak singgasana.
Soal “untung”tentu akan dinikmati oleh yang bersangkutan bersama konstituennya.
Kalau “buntung” tentu jadi beban moral yang bersangkutan bersama konstituennya.
Dalam politik ferformen/ latar belakang seseorang sangat perlu,
siapa yang cepat dan berjuang riil sesuai aturan untuk orang banyak, tentu akan dapat nilai plus/ sukses.
Begitu pula sebaliknya yang minim modal, material dan moril, tentu minim.konstituen..
Sejumlah warga mengait- ngaitkannya dengan Pilgub Sumbar 2029 yang masih panjang. Katanya, Putra Mahyeldi akan bergandengan atau rival dengan Wagub sekarang . Mungkinkah. ??.
Siapapun yang bakal tampil sebagai Balon di 2029, biasanya tergantung nego nego,/tawar menawar, deal, kesiapan finansial si Balon, dan Parpol peraih suara terbesar ??.
Akankah suara PKS dan partai lainnya akan “ditikung “oleh PSI di Sumbar pada Pemilu mendatang. Entahlah, waktu yang bicara.


