
PADANG, INVESTIGASI_Bukan disaat harus memilih. Bukan tak mau menerima amanah. Tapi, ada pertimbangan matang dalam melangkah dan mencapai tujuan. Gila jabatan, tapi tak tak sanggup menjalankan, langkah pun tanpa arah. Fokus pada pilihan, berharap hasilnya memuaskan, itu yang menjadi tujuan, ketika amanah diemban
Sempat digadang gadangkan dan menuai apresiasi berbagai kalangan. Siap mendukung, saayun salangkah, menjalankan roda organisasi. Yakin, merupakan sosok yang tepat, karena selama ini sudah terbukti dan teruji. Dan, bisa mengembalikan kejayaaan yang hilang seiring berputar waktu. Namun, keinginan pecinta sikulit bundar itu, terhalang dualisme jabatan
Inilah yang dialami Mastilizal Aye, SH, Wakil Ketua DPRD Kota. Digadang gadangkan, menjadi Ketua Umum PSP Padang, ia lebih berpikir realistis. Mengutaman akal sehat daripada ambisi. Tak mungkin memegang dua jabatan di sepakbola. Menjadi Ketua Askot PSSI Kota Padang dan Ketua Umum PSP Padang. Keduanya, searah setujuan membangkitkan sepakbola di Kota Padang
Terkendala Menggunakan Anggaran
Berkaca pada pengalaman yang ada. Berpijak pads kejadian yang berakhir memilukan. Akibat memegang dua jabatan, berujung permasalahan. Mendasari Mastilizal Aye untuk menentukan pilihan. Apalagi, Askot PSSI Kota Padang dan PSP Padang, sumber dananya dari APBD dan dititipkan di KONI. Tentu, tak mungkin satu tanda tangan, mengajukan anggaran
Daripada membebani diri, sekedar mengejar ambisi, Mastilizal Aye, SH berharap PSP Padang, dinakhodai orang yang tepat. Sosok yang betul betul peduli sepakbola, mau berkorban untuk menjalani roda organisasi olahraga yang paling digandrungi dunia itu.
Bahkan, sebagai Ketua Askot PSSI Kota Padang, Aye panggilan akrabnya, siap berkolaborasi, bersinergi, bergandengan tangan, membangkitkan PSP Padang dari ketidakberdayaan. Rasa cinta terhadap sepakbola, totalitas tak terbatas, ia siap bekerjasama dan sama sama kerja mengembalikan kedigjayaan PSP Padang
Ingin Melihat PSP Eksis di Belantika Sepakbola Nasional
Dibalik semua itu, ada niat tulus dari hati yang paling dalam dari Mastilizal Aye, SH. Ia ingin melihat PSP Padang, kembali eksis di belantika sepakbola nasional. Bukan tanpa alasan, PSP Padang klub legenda tak pantas menghuni Liga terendah di kompetisi sepakbola Indonesia
Aye juga berharap, kedepan dalam mengurus sepakbola, jangan ada trik, tak ada politik. Murni sportivitas dan tulus membesarkan PSP Padang. Sembari membandingkan, nasib PSP Padang, pernah berjaya di Perserikatan, hanya Pandeka Minang yang terpuruk kedalam kubangan dan tak pernah bangkit lagi
Lihat saja, fakta yang terjadi. Bandingkan prestasi yang ditoreh kini, Persija masih ada,
Persib sudah mendunia, Persebaya masih jumawa, PSM masih Perkasa.
PSMS Medan, Persiraja masih eksis.
Terus PSP dimanakah engkau berada. Begitu nyamankah, bersemayam didasar jurang?
Penulis
Novri Investigasi


