
PADANG, INVESTIGASI_Sudah terlihat dari awal, sudah dikonfirmasikan, namun tak ada jawaban. Bisikan syahdu, sudah terdengar. Namun, semua diam membisu. Seakan menutupi persoalan pada pekerjaan proyek ini
Menariknya, meski sudah terendus dari awal. Sudah ada yang menyorot, namun terkesan berlalu begitu saja. Seakan tak ada yang terjadi, semua berlalu tanpa suara.
Tak ada teguran, tak dilakukan pengawasan. Wajar saja, rekanan ‘basilanteh angan’
Dugaan Penyimpangan
Kembali dari awal pekerjaan, kilas balik dokumen yang ada. Terutama, pekerjaan drainase di Jalan Kesehatan Dadok Tugul Hitam. Pekerjaan tanpa identas atau plang proyek itu, sampai sekarang, masih tahap pekerjaan. Mengiringi pekerjaan lama yang hilang begitu saja.
Pada awal pekerjaan (medi ini masih menyimpan dokumen), pasangan batu dilakukan dalam kondisi air tergenang. Tak dilakukan pengerukan. Kaki kokoh, pekerja terbenam dalam air saat pekerjaan tapak pasangan batu
Batu tersusun diantara genangan air. Sehingga, tak terlihat berapa lebar tapak pasangan batu. Pekerja berbadan tegap, terlihat tak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Padahal, APD, tercatat dalam kontraktor kerja dan RAB
Disisi lain material batu digunakan juga beragam. Entah siapa yang mensuplai. Dilokasi, terlihat juga batu berbalut tanah. Itupun tak dilakukan pencucian, sebelum dikerjakan pasangan batu. Berujung, kurangnya daya perekat, sebab tanah tak bersenyawa dengan adukan semen.
Begitu juga, ketebalan pasangan batu, juga diragukan, karena mengikuti struktur bangunan dilokasi pekerjaan. Terutama, berbenturan dengan halaman atau pagar rumah warga. Namun, semuanya itu tertutupi oleh lining (puncak). Terkesan, tapak bagian tengah dan puncak, sudah sesuai speck..
Material Menutupi Badan Jalan
Persoalan pun berlanjut dipenghujung pekerjaan. Tepatnya, Senin (27/10) media ini menelusuri ke lokasi. Terlihat pekerjaan mengerjakan platdukker untuk jembatan ke rumah warga. Pemandangan tak nyaman, saat melihat tumpukan material menutupi badan jalan
Ini terlihat disepanjang pekerjaan drainase. Dan, sangat rentan kecelakaan, terutama malam hari. Disebabkan kurangnya penerangan. Lagi, APD pun tak diperhatikan para pekerja
Dua Hari Ditunggu, Tak Ada Tanggapan
Tak terburu buru, masih memberi kesempatan untuk memberi jawaban. Namun, dua hari berlalu, semua bungkam. Meski, ada riak terdengar, saling menyalahkan. Menunggu dan terus menunggu, waktu terus berlalu
Kadis PUPR Kota Padang, tak bergeming saat dikonfirmasikan via WA nya dua hari lalu. Rizki yang dikatakan bertanggungjawab terhadap pekerjaan, hanya menjawab basa basi, siap monitor.
Namun, ditanyakan substansi persoalan, sampai sekarang tak ada tanggapan. Lalu, bagaimana kondisi pekerjaan dilapangan dari awal. Saksikan juga di Channel Investigasi (Investigasi TV)
Penulis
Novri Investigasi
Bisa tanggapi ki


