
Langik galok tatutuik awan hitam
Hujan manimpo tak kunjuang rado
Ranah minang kian mancakam
Hujan sairiang jo aia mato
Antah apo salah sarato doso
Banjir jo longsor datang malando
Hujan di arok mambao barokah
Kini tibo mambao musibah
Langit di Ranah Minang, tak lagi cerah. Gelap tertutup awan hitam. Hujan tak kunjung berhenti. Pagi, siang, malam dan pagi lagi membasahi bumi. Hujan biasanya membawa berkah, kini datang membawa musibah. Serangkaian bencana hidrometeorologi, meluluh lantakan seluruh negeri di Ranah Minang ini
Banjir, tanah longsor, melanda negeri. Curah hujan tinggi, tiada henti, tidak saja merusak infrastruktur, juga memaksa ribuan warga mengungsi. Tinggalkan rumah, bawa bekal seadanya. Tak perduli harta benda, tempat tinggal poranda. Hanya tangisan duka mengiringi lara. Negeriku lagi tak baik baik saja. Hujan membawa bencana.
Banjir terjadi dimana mana. Sawah, ladang dan perkampungan ‘tahondoh aia gadang’ Longsor menambah luka, infrastruktur rusak, mengiringi duka. Aktifitas warga, terhenti dan mati suri, akibat bencana menimpa. Hanya berserah diri, diiringi, semoga Allah, meringankan beban derita
Sejumlah Daerah Ditimpa Musibah
Musibah tak kenal tempat dan lokasi. Bencana terjadi dimana mana. Khusus di Sumbar, musibah menimpa beberapa daerah. Bahkan, ada juga yang paling parah. Sepanjang hujan yang terjadi beberapa hari ini, ada yang perlu penanganan darurat. Karena, situasi. semakin gawat, kalau ingin warga selamat
Seperti Kabupaten Agam, banjir dan longsor kian mencekam. Kabupaten Padang Pariaman, warga tak lagi merasa nyaman dan trautama ketakutan. Kabupaten Pasir Selatan, berantakan. Longsor juga mengakibatkan putus transportasi jalan. Kabupaten Solok, longsor dan banjir, kecemasan warga, ‘sairing tangih jo ratok’
Begitu juga Kota Padang, banjir nan di hadang. Sepanjang jalan air tergenang. Belum lagi beberapa daerah yang kondisinya juga parah. Dan, ini perlu perhatian pemerintah daerah. Begitu juga warga, dihimbau tetap waspada. Cuaca ekstrem akan terjadi beberapa hari kedepan. Siapkan kewaspadaan, agar tak menjadi korban.
Peringatan Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau
Seiring bencana yang terjadi. Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan telah mengingatkan. Potensi kejadian bencana hidrometeorologi Sumatera Barat berlaku tanggal 21 – 27 November 2025, menghimbau waspada terjadinya bencana. Perlu ditingkatkan kewaspadaan dibeberapa Kabupaten/Kota
Masyarakat dihimbau untuk selalu mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi dengan mengenai titik titik rawan bencana. Mencari lokasi aman, apalagi hujan terjadi dalam integritas yang tinggi dan berdurasi lama. Terpenting mengikuti arahan petugas terkait kebencanaan. Semoga kita terjadi dari musibah.
Penulis Novri Investigasi


