
Ambruknya tanggul Batang Anai, sudah memasuki usia dua tahun. Waktu yang panjang, membuat warga harap harap cemas. Tak kunjung diperbaiki, walau pernah dikasih rambu peringatan. ‘Waspada, Tanggul Ambruk’ Bukan solusi, hanya peringatan dini. Hilang rambu, tak kunjung juga ada perbaikan. Hanya tingga menunggu korban.
Kenapa tidak, tanpa pembatas, air langsung mengalir ke bibir jalan. Lengah sedikit, bisa masuk sungai, terbawa arus yang deras. Talao Mundam Nagari Kataping, mencekam. Apalagi, saat malam tanpa penerangan, membuat lokasi ambruk itu, mencemaskan dan menakutkan warga dan pengendara melintasi jalan itu.

Sejumlah KK Terancam
Dibalik ambruknya tanggul Batang Anai Talao Mundam, Nagari Katapiang itu, ada sejumlah KK, menunggu dalam ketidakberdayaan. Jika tidak cepat diperbaiki atau dikerjakan luapan air akan masuk ke rumah dan perkampungan mereka.
Tidur tak nyenyak, saat hujan. Mata tak lelap, bahaya banjir menghintai. Entah, apa sebabnya mereka tak mendapat jawaban. Kok, tak kunjung dilakukan perbaikan. Bahaya itu, menghampiri juga, meski tak merenggut nyawa. Tapi, rumah dan permukiman mereka, terendam meluapnya air Batang Anai. Ketika langit, membasahi bumi, mengakibatkan banjir, Rabu dan Kamis lalu
Kecemasan tidak saja, akibat luapan air, tapi kondisi air sungai berbatas bibir jalan. Jika lengah, bisa terjun ke sungai. Padahal, tanggul itu, satu satunya penahan debit air yang tinggi. Justru, itu sekarang yang ambruk. Apalagi, malam hari, kegelapan malam, kondisi jalan kelam dan mencekam. Kurangnya penerangan, beresiko makan korban.
Apa Kabar BWSS V
Batang Anai menjadi tanggungjawab Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS V). Kepedulian terlihat, saat diberitakan media ini tahun lalu. Bukan diperbaiki, tapi hanya rambu peringatan, agar warga waspada. Dua tahun berlalu, tak kunjung ada kabar berita. Tanggul, berantakan itu, masih terbentang tak berdaya.
Dibalik bahaya menghintai warga, tertitip pesan kepada BWSS V. Segera dilakukan perbaikan, jika tak ingin makan korban. Warga hidup dalam kecemasan, resah dalam penantian. Menunggu entah sampai kapan. Entahlah, dalam ketidakberdayaan, warga hanya bisa berdoa, semoga ada keajaiban, sehingga dilakukan perbaikan. BWSS V, apa kabar?
Penulis
M. Adil
Editor
Novri Investigasi


