
Dimalah hati indak ka ibo
Jatuah badarai si aia mato
Bancano datang mambuek seso
Tampek bataduah di lendo juo
Antah apo salah jo doso
Co iko bana nasib manimpo
Hunian samantaro di Kapalo Koto
Jadi paubek hati nan luko
PADANG, INVESTIGASI_Cuaca ekstrem, curah hujan tinggi, masih mengguyur Kota Padang. Bencana pun terjadi datang silih berganti. Banjir dan longsor meluluhlantakan, beberapa lokasi di Kota Bingkuang ini.
Duka yang mendalam, mengiringi bencana terjadi. Tempat tinggal, sawah dan ladang, rata dengan tanah. Perkampungan habis direndam air. Evakuasi harus dilakukan menghindari bencana susulan.
Tangis menyertai warga yang dievakuasi dan mengungsi. Karena, tak ada lagi tempat tinggal. Entah sampai kapan berada ditempat pengungsian
Namun, kecemasan warga, terjawab dengan adanya
100 unit hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang, terutama di Batu Busuak, Kecamatan Pauh. Kota Padang
Agar pengungsi tak lama, larut dalam duka, Huntara ditargetkan tuntas dalam sepekan ke depan.
Wajah cerah membias di hati warga.
Langkah cepat ini menjadi harapan baru bagi warga terdampak yang sejak akhir November lalu hidup dalam keterbatasan pascabencana.
Huntara di Kapalo Koto
Tak jauh dari tempat tinggal yang hanyut terbawa banjir. Huntara dibangun di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, tepatnya di gang seberang Jalan Parewa Coffee.
Alasan pemilihan lokaai ini, sebab aman dari ancaman banjir dan mudah diakses warga. Bahkan, tak begitu jauh dari tempat mereka
Huntara yang menyejukkan hati warga itu, terungkap dari Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman. Katanya, proses saat ini masih berada pada tahap perataan dan pembersihan lahan (land clearing).
“Pembangunan fisik huntara dijadwalkan mulai Senin (15/12). Kami menargetkan pada 22 Desember, seratus unit huntara sudah siap huni bagi warga korban banjir bandang di Kecamatan Pauh, sehingga mereka bisa lebih aman dan nyaman memulai kembali aktivitas pascabencana,” ujar Wakil Ketua DPRD Sumbar itu.
Juga dikatakan Tokoh Kuranji ini, tersedianya lahan untuk huntara ini tak lepas dari peran ninik mamak yang membuka ruang dialog dan berkoordinasi intensif dengannya, sepekan setelah banjir bandang melanda kawasan tersebut.
“Terkait pendanaan pembangunan huntara berasal dari hasil komunikasi Vasko Ruseimy dengan Raffi Ahmad. Sebab, turut ambil bagian dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat,” imbuhnya.
Agar pekerjaan berjalan lancar dan sesuai target, ia akan mengawal langsung seluruh proses pembangunan. Mulai dari penyediaan lahan hingga huntara benar-benar siap ditempati warga. Nv


