
Pekan Olahraga Provinsi di Sumatera Barat, tidur panjang. Terlelap dalam ketidakpastian. Hanya berhias mimpi tanpa kenyataan. Sebatas wacana, tanpa realita. Tahun 2018, terakhir digelar, tahun 2026 bergema kembali. Apakah tak sebatas wacana, seperti tahun sebelumnya? Entahlah
Sebenarnya, apa sih, Porprov itu. Sedikit ulasan, Porprov (Pekan Olahraga Provinsi). Pekan olahraga ini dilaksanakan 2 tahun sekali tiap daerah. Tujuannya, menjaring atlit potensial atau berbakat dan dapat diteruskan ke jenjang nasional maupun jenjang yang lebih tinggi. Artinya, Porprov ini, mencari atlit berbakat yang bisa membela siap untuk tingkat nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) yang diselenggaran sekali 4 tahun.
Lalu, kapan Porprov di Sumbar, terakhir dilaksanakan. Tahun 2018, saat Kota Padang juara umum, semenjak itu tak ada lagi Porprov. Mundur dan mundur lagi. Sudahlah mundur, itupun tak pasti. Boleh dikatakan gagal lagi, gagal lagi. Kegagalan ini, mengaburkan olahrapa berprestasi yang diamanahkan UU No. 11 Tahun 2022. Keterjaminan insan olahraga prestasi dan membela panji panji olahraga maupun mengharumkan nama daerah dan bangsa.
Kalau dilihat, pelaksanaan terakhir tahun 2018, artinya itu sebelum Mahyeldi – Audy menjabat menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Tegasnya lagi, semasa kepemimpinan mereka, Porprov tak pernah terlaksana. Dan, makin diperkuat, jika Porprov direncanakan bulan November 2023 ini batal? Sampai habis masa jabatan mereka, Porprov tak pernah terlaksana. Wajar insan olahraga bertanya.
Tahun ke Tahun Hanya Sebatas Wacana
Pekan Olahraga Provinsi ini, digadang gadangkan, akan dilaksanakan tahun 2020 lalu. Namun, ada alasan untuk tidak menyelenggarakan, disebabkan Pandemi Covid 19 meluluhlantakan dunia. Sehingga, terjadi penundaan dan akan dilaksanakan tahun 2022. Dibuktikan dengan keluarnya SK No 426 dari Gubernur Sumbar, tentang pelaksanaan Porprov XVI dengan tuan rumah Kota Padang, Kota Padang Panjang dan Kota Pariaman.
Bahkan, sudah direncanakan mempertandingkan 44 cabang olahraga. Persoalan lain pun muncul, mengakibatkan gagalnya ajang olahraga dua tahunan itu. Termasuk, persoalan di tubuh KONI. Sebab, terjadi Musorprovlub yang harus dilaksanakan sesuai regulasi organisasi. Berujung juga, SK No.426 tinggal kenangan, selembar kertas terbang melayang, tanpa bisa digunakan untuk penyelenggaraan Porprov Sumbar.
Alhasil, Porprov yang rencananya akan diselenggarakan November 2023, batal juga. Apa lagi, alasannya. Padahal, beberapa daerah berharap Porprov tak ditunda lagi, sebab beberapa daerah sudah mempersiapkan diri dan berlatih keras. Diakui beberapa pihak, beberapa Ketua KONI telah menggelar beberapa kali audiensi dengan beberapa pihak Pemprov. Namun, entah siapa yang salah, itupun tanpa keputusan
Tahun 2025, melalui SK Gubernur Sumbar No.42-794-2023, tentang pembatalan dan penjadwalan ulang penyelenggaraan Porprov 2025. Padahal, sudah direncanakan 2023 dan diundur lagi. Batalnya, Porprov ke XVII, kabarnya Pemko Solok, tidak menganggarkan dana penyelenggaraan. Artinya, pelaksanaan Porprov dibatalkan.
Tahun 2026 Digelar, Semoga
Tahun 2026 ini, awal kebangkitan tidur panjang Porprov Sumbar. Semasa Mahyeldi berpasangan dengan Audy Porprov tak terlaksana. Semoga berpasangan dengan Vasco, Mahyeldi bisa melaksanakan dan Porprov bangun dari tidur panjang. Memang sudah ada kepastian, melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 426.615.2025, tentang penetapan Porprov ke XVII tahun 2026 dan ke XVII tahun 2028.
Bahkan, sudah ditetapkan akan digelar bulan Juni – Juli 2026 ini. Berbagai persiapan telah dilakukan. Demi sukses terlaksana, penyelenggara menggunakan konsep tuan rumah bersama. Artinya, tidak berpusat di satu daerah. Persoalan pun muncul, beberapa daerah, sudah terlihat mundur. Masalah anggaran menjadi penyebab. Apalagi, diperparah kondisi pasca bencana. Apakah, akan tetap terlaksana. Semoga. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


