
Catatan : Richard, Akb
Sebentar lagi hari raya idul fitri/lebaran 1447 H, akan datang, umat Islam se dunia akan merayakannya dengan suka cita , karena satu bulan penuh telah melaksanakan ibadah puasa “rukun islam ke tiga” , menahan haus dan lapar serta dari segala godaan syetan.
Tidak hanya kalangan menengah ke atas, tetapi kalangan bawah/ “rakyat badarai” juga sudah merasakannya, seperti Abas salah seorang tukang cukur rambut di kawasan Bandar Buat Padang, dia sudah mencium aroma denyut lebaran dan teringat yang serba baru, pakaian baru, kue lebaran dan sebagainya.
Bahkan juga teringat kampung halaman untuk berlebaran.
Biasanya beragam kue kue seminggu jelang lebaran sudah disiapkan, seperti kue yang sederhana , kue bawang, keripik bawang, kacang tujin/kacang bawang, Kacang telur, kue kacang, kue bulu, nastar nenas, putri salju, peyek kacang, keripik tempe, kue kacang jadul, minuman sirup, minuman kaleng ,dll. sesuai kemampuan kantong masing masing.
Bisa dalam bentuk sederhana dan lebih “wah” bagi yang kantongnya tebal.
Termasuk menukar uang kecil ke bank untuk hadiah lebaran bagi anak anak.
Beruntunglah bagi aparatur negara, disamping gaji cukup.menjanjikan, ditambah pula THR, mereka bisa tersenyum menyambut lebaran. Bisa menyiapkan berbagai kebutuhan lebaran. Begitu pula bagi karyawan dan pihak swasta yang sukses bisa sumringah/ tersenyum bahagia.
Bagi golongan yang pas pasan, kerja serabutan, pedagang kecil/ PKL tentu apa adanya. Syukur syukur kalau ada tabungan sebelum puasa , bisalah menyesuaikan menyambut lebaran.
Kalangan menengah ke bawah memang terlihat daya belinya melandai / agak lesu.
Namun semuanya itu tidaklah menjadi ukuran utama.
Merayakan lebaran cukup dengan hati yang bersih, jiwa yang tenang dan amal yang banyak selama bulan puasa .
Saat lebaran betul betul kembali ke fitrahnya. Bersih seperti kain putih dan hapus segala dosa.
Selain itu yang paling utama mempersiapkan mental dan fisik yang prima dan kesehatan agar bisa berlebaran dengan penuh suka cita.bersama keluarga dan sanak saudara.
Hari Raya Idul fitri adalah hari kemenangan setelah berperang melawan hawa nafsu selama sebulan.
Meskipun demikian sisa puasa beberapa hari lagi agar dilaksanakan dengan sebaik baiknya , jangan sampai ada yang bolong/ batal.
Jadikanlah lebaran sebagai ajang untuk bermaaf maafan.
hilangkan rasa angkuh, dengki, iri hati, sombong dan perilaku jelek lainnya.
Bagi yang pulang mudik/ pulang kampung tentu lebaran momen yang sangat tepat. Bisa berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara melepas rasa rindu.
Yang terasa sekali bisa bernostalgia dengan rekan rekan sepermainan waktu kecil. Serta bercanda gurau.
Suasana di kampung memang jauh beda dari di kota. Kekerabatan dikampung sangat kental, baik bersama keluarga kontan, maupun dengan rekan rekan dan masyarakat sekitar .
Lain lagi ceritanya di kalangan orang kantoran, digelar
Open house (gelar griya),
Disini terbuka momen bersilaturahmi satu sama lain,
sangat identik dengan tradisi lebaran dimana pejabat atau masyarakat membuka pintu rumah lebar lebar untuk menerima tamu guna mempererat tali persaudaraan dengan hidang berbagai menu.
Semoga lebaran nanti semua dosa dan noda noda terhapus. Kita kembali ke fitrahnya, bersih dan suci ibarat bayi yang baru lahir.
Silataturahim sesama keluarga, teman dan orang kampung semakin terjalin dengan baik. Minal Aidin Walfaizin. Mohon maaf lahir bathin.
Jadikan momen halal bi halal untuk memperkuat silaturahmi, persatuan dan meningkatkan semangat hidup serta aktifitas kerja pasca lebaran.
Semoga di saat lebaran tidak ada yang bersedih, semuanya bisa merasakan Happy, walaupun toh Ado dengan suasana ala kadarnya. Yang penting happy.


