
Momen hari kemenangan menyambut Idul Fitri 1447 H, diselingi rasa duka yang mendalam. Dibalik kebahagian menyambut hari raya Idul Fitri, terselip rasa duka setahun berpulangnya mertua
Suasana mudik menyambut lebaran ke Jambi, diiringi dua kata berbeda. Duka dan bahagia. Bahagia, bisa mudik pulang ke Jambi, kampung istri. Duka, ziarah ke makam mertua dan tahilan setahun menghadap Allah SWT
Mudik ke Jambi tak ada yang menyambut, tak ada keluarga yang berkumpul. Karena, memang tak punya sanak saudara disini. Hanya rumah kontrakan, menjadi tempat tujuan
Sehingga, apapun dilakukan sendiri. Minta bantuan juga solusi di hari yang Fitri. Karena, rasa kebersamaan dan saling memaafkan menyertai bulan kemenangan ini
Setelah membuat pembatas kuburan mertua dari kayu yang menjadi tradisi di makam kuburan didaerah ini. Dan, memasangnya, malam langsung dilaksanakan tahlilan menyambut satu tahun meninggalnya mertua
Alhamdulillah, semuanya terlaksana dengan baik dan sesuai rencana. Tujuan ke Jambi disamping mudik juga mengurus makam mertua dan tahlilan, tuntas sudah. Saat kembali ke Padang merajut asa, menata kehidupan yang lebih baik.
Perjalanan mudik yang mengesankan tahun ini. Merajut duka dihari kemenangan. Semoga arwah mertua tenang di sisiNya.
Penulis
Novri Investigasi


