
Minangkabau gempar, Ranah Minang tercemar. Beberapa video viral singgah di media sosial. Video di beberapa beberapa daerah itu, berkaitan dengan pesta rakyat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Panggung rakyat, seharusnya menyajikan tontonan yang menghibur, malah menjadi ajang maksiat. Panggung disulap menjadi arena diskotik. Menyuguhkan aksi tak senonoh dan teramat vulbar.
Bergaya erotis mengenakan pakaian seadanya ditengah kerumunan warga. Suasana hiburan itu, mirip lantai diskotik, dentuman musik remix bertemaran lampu warna warni
Tak pelak! Panggung hiburan berubah menjadi arena diskotik ditengah keramaian, sangat memalukan dan memilukan di negeri yang terkenal dengan filosofis’ Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah
Pelecehan Profesi
Miris, dan menyedihkan. Aksi itu, sebuah pelecehan profesi penyanyi dan artis minang. Oknum penyanyi saweran orgen tunggal, berpakaian seksi, bergoyang ditengah kerumunam tamu, demi mendapatkan saweran, merusak citra artis minang
Mereka juga tak perduli, sebagai perempuan merusak kehormatan perempuan lain. Demi uang semuanya digadaikan diatas panggung. Suara tak lagi modal utama, goyangan dan genitnya tubuh dipertontonkan
Diakui, selama ini, penyanyi saweran orgen tunggal mendapat dapat stigma tidak baik dan menuai sorotan. Kata murahan, kampungan melekat pada dirinya. Mudah dicolek dan rentan mengalami pelecehan seksual.
Seiring perjalanan waktu pelecehan profesi penyanyi, menjamur di Ranah Minang. Penyanyi saweran menjadi sorotan. Murahan, terkesan pornografi dan porno aksi mengiringi goyang mereka diatas panggung.
Penyanyi saweran orgen tak lagi menjaga tata krama, tapi hanyut dalam pelukan dan goyangan penonton. Hanya demi sebuah saweran, pakaian seksi dan goyangan penuh birahi, merusak harga diri
Gaya seronok itu, menjadi sorotan penonton dan netizen. Poto aksi penyanyi orgen saweran, terlihat vulgar didinding media sosial. Cacian dan makian mengiringi video penyanyi saweran orgen itu.
Sepertinya, pihak penyelenggara juga larut dalam eforia. Anak kemenakan tak dihiraukan, saat goyangan birahi dipertontonkan diantara tamu Siapa yang disalahkan? Entahlah, begitu buruknya mental penyanyi saweran,
Kasus menghebohkan ini, menjadi Pekerjaan Rumah bagi kita semua.Harga diri terpuruk oleh penyanyi saweran, harus diangkat lagi. Satu yang berbuat, semua kita kena imbas, harus kita luruskan.
Merusak dan Memalukan Negeri
Penyanyi saweran merusak profesi dan negeri ini. Penyanyi saweran, jangan manfaatkan panggung dan goyangan untuk cari uang. Kalau ingin juga, ada tempat di kafe berkedok karaoke. Bebas berbuat apa saja dengan tamu ditempat tertutup. Disanalah tempat penyanyi saweran, bukan dipanggung ditonton khalayak ramai
Penulis
Novri Investigasi
Pendiri DPP Seniman Minang Indonesia (SMI)


