
Andam sarasah namo lagunyo
Lagu bakisah kasih jo sayang
Usah liek buku dari sampulnyo
Basabab takicuah di nan tarang
Kini jalan lah basimpang duo
Dek cinto babaluik duto
Konten jo pancitraan salamo ko
Indak sesuai kanyataan nan ado
Urang kaduo marangguik Cinto
Mako Uda baralih raso
Carito kalua bantuak ka Iyo
Namun nagari tapuruk juo
Pemimpin yang baik, belum tentu jadi pilihan. Pemimpin yang sering berbagi, belum tentu meraih mencapai tujuan. Tanpa diiring branding atau pencitraan. Berbuat dan berbagi kepada warga, bukan kerja nyata semata. Ada pencitraan mengiringi niatnya. Apalagi, diekspos besar besaran. Karena, ada niat apa yang dilakukan, menarik simpati dan pujian
Begitulah pemimpin konten dan pencitraan. Kegiatan sosial dan keagamaan dijadikan modal. Konten berbalut pencitraan dilakukan. Turun kelapangan, mengawasi setiap pekerjaan. Berbaur bersama warga tunjukkan kepedulian. Seakan pemimpin yang empati, kelapangan menyerap aspirasi.
Konten, gerak cepat dan kerja nyata, terkesan berbuat ditengah masyarakat. Viral di media dan media berbayar, semua kegiatan dilapangan. Buncah juga berita, setiap jengkal langkah bekerja membangun negeri. Tak menyadari, berita viral berbanding terbalik dari prestasi nasional. Sebab, terpuruk dalam berbagai hal
Jangan Lihat Buku dari Sampulnya
Jangan melihat buku dari sampulnya. Buku bagus itu tergantung pada isinya. Cover yang bagus belum tentu isinya bagus. Cover sederhana, kadang isinya, lebih bermakna dan enak dibaca. Jangan lihat pemimpin dari konten semata. Jangan nilai pemimpin dengan pencitraan saja. Perlu dilihat, sudah sesuaikah apa yang diceritakan dengan kondisi dilapangan. Ini yang sering menjadi bahan gunjingan. Bagus cerita, namun prestasi negeri terpuruk juga
Pemimpin konten dan pencitraan, punya segudang perlengkapan untuk membangun pencitraan. Pekerjaan sekecil apapun dilakukan, akan terlihat besar. Begitu Kalaupun dilakukan sangat besar, akan dibesarkan besarkan. Sehingga gemanya, memecah hiruk pikuk gelangggang. Tak puas, ia pun ikut mempromosikan diri dan kerjanya nyata didunia maya. Seakan, hanya ia yang berbuat untuk warga
Konten dan pencitraan, tujuannya sama. Menarik simpati berharap pujian. Itu bolah saja, karena bagian dari politik. Alangkah, eloknya konten dan berita, sesuai kenyataan dilapangan. Sejalan kata dan perbuatan. Seiring cerita dengan prestasi. Kerja keras dan cerdas, berbuah penghargaan, mungkin lebih menarik hati warga. Daripada konten dan pencitraan, tapi hasilnya tak nyata.
Begitu juga politik pencitraan, menjadikan agama sebagai landasan. Juga harus diiringi kerja nyata . Seiring sejalan perkataan dan perbuatan. Bungkusan agama juga disertai, kepedulian kepada warga. Bukan memperhatikan orang sehaluan saja Padahal, kekuasaan yang diperoleh, karena warga, buka sebaun saja. “Don’t Judge a book from its cover”. Jangan melihat buku dari penampilan luar, tapi lihat isinya.
Penulis
Novri Investigasi


