
Sore itu, Kamis (23/4), langit cerah. Rona merah diufuk timur, memancar indah. Dibalik keindahan sore di sebuah sungai yang tenang, gemercik air mengalun sahdu, tak mampu menghilangkan hati yang gundah. Luka bencana banjir dan longsor, memporak porandakan perkampung mereka, beberapa bulan, masih membekas di hati. Trauma dan ketakutan masih membelenggu diri
Padahal, bencana banjir dan longsor itu, sudah diantisipasi. Tanggul geobag di sepanjang sungai, memagari perkampungan, jika bencana susulan terjadi. Namun, tak mampu menenangkan kerisauan hati warga. Geobag yang diharapkan menjadi benteng dari serbuan banjir dan menjadi tanggul penahan tebing, tak bisa diharapkan lagi. Karena, kondisnya memprihatinkan. Goyang dan robek, merusak pemandangan
Mampukah Tanggul Geobag Mengantisipasi Banjir Susulan
Tak ada yang berniat, datang bencana. Tak sedikit terlintas pikiran, berharap bencana menerpa negeri. Namun, namanya takdir tak bisa dihindari. Trauma bencana banjir badang beberapa bulan lalu, masih membayang dipelupuk mata. Air besar dan kayu gelondong menghancurkan semua yang ada. Tak ada yang tersisa. Sawah, ladang dan rumah hilang sekejap mata
Apalagi yang terjadi di Gurun Laweh dan Banda Gadang, Kota Padang. Kerusakan disebabkan banjir bandang sungguh luar biasa. Sampai sekarang, mereka tak berani kembali kerumah, takut banjir susulan menghampiri. Kebahagian sempat membiasi diri. Disebabkan adanya pekerjaan tanggul
geobag dan bronjong
pasir. Namun, sesaat saja disebabkan masih dalam tahap pekerjaan, tanggul geobag sudah melorot, goyang dan robek.
“Melihat pekerjaan tanggul geobag ini, kami warga merasa pesimis akan mampu menahan banjir susulan. Bukan, tanpa alasan, masih dalam tahap pekerjaan, geobag sudah goyang dan robek. Bahkan, bawah sudah melorot dan tertimbun pasir. Ini baru air normal melewati sungai. Apa yang terjadi, jika yang datang banjir susulan,” kata Mirna, warga setempat sembari menatap kosong air melintasi sungai itu
Wajar warga bertanya tanya, lanjutnya. Apalagi, ia setiap hari melihat pekerjaan, karena berdekatan di belakang rumah. Awal pekerjaan geobag tersusun rapi dan terlihat kokoh. Namun, itu tak bertahan lama. Masih dalam tahap pekerjaan sudah ada yang melorot, goyang dan robek. Ia tak bisa membayangkan, bagaimana yang datang banjir badang susulan, tentu tanggul geobag ini tak mampu menahan.
Tak ada Penjelasan dari Pihak Terkait
Namun sayang, proyek penanganan bencana yang disebut sebut dikerjakan PT. Nidya Karya, meski sudah beberapa kali dikonfirmasikan dan diberitakan, namun tak ada tanggapan. Padahal, pertanyaan melalui WA dilengkapi poto kondisi dilapangan, terkesan dibiarkan saja. Bahkan, menunggu berhari hari, tak kunjung dibalas. Hingga berita ini diturunkan tak ada tanggapan pihak terkait
Penulis
Novri Investigasi


