
JAKARTA, INVESTIGASI_Sumatera Selatan, boleh bangga dan tegakkan kepala. Bumi Sriwijaya itu, boleh tepuk dada dan bawa pulang piala. Tapi, dibalik sukses dan keberhasilan itu, ada sosok talenta Ranah Minang, Syafrinaldi yang membawa Sumatera Selatan ke tangga juara
Pada kompetisi usia muda tertinggi tanah air, Elite Pro Academy (EPA) Championship U-19, Laskar Skuad juwaro Sumsel United sukses menapakkan kaki di podium tertinggi, setelah tampil digdaya pada partai puncak kompetisi tersebut. Semua itu, juga tak terlepas dengan gemilangnya penampilan talenta Ranah Minang Syafrinaldi, memboyong trofi bergengsi dan hadiah pembinaan sebesar Rp250.000.000
Sebab, mantan pemain PON sumatera barat tersebut menjadi Mega bintang dalam laga grand final tersebut. Diakui kalangan pecinta sepakbola, pemain bernomor punggung 20 tersebut menjadi buah bibir sepanjang jalannya turnamen.
Ia bertindak sebagai metronom dan dirigen permainan Sumsel United. Syafrinaldi mempertontonkan atribut gelandang modern yang langka di usianya.. Kesadaran ruang yang matang, visi bermain yang mumpuni dan kemampuan mengontrol ritme permainan (tempo control) dengan sangat tenang di bawah tekanan tinggi partai final.
Kematangan yang Ditempa Kompetisi Keras.
Ketenangan taktis yang diperlihatkan pemilik nomor punggung 20 ini nyatanya tidak lahir secara instan. Syafrinaldi merupakan produk asli rahim pembinaan Diklat PPLP Sumatra Barat, sebuah kawah candradimuka yang dikenal konsisten melahirkan gelandang-gelandang berbakat di kancah sepakbola nasional.
Meski masih
berkompetisi di kategori usia di bawah 19 tahun, Syafrinaldi sejatinya telah memiliki jam terbang yang kokoh di level kompetisi senior. Rekam jejaknya mencatat lompatan karier yang impresif dalam kurun waktu tiga tahun terakhir:
Tahun 2024, Ia menjadi salah satu pilar muda yang sukses mengawal Tornado FC bersaing ketat di putaran Nasional Liga 3.
Tahun 2025, Syafrinaldi menasbihkan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik setelah berhasil membawa Josal FC menjuarai kompetisi Liga 4 Regional Sumatra Barat sekaligus menyegel tiket lolos ke putaran Nasional.
Ajang Multitalenta
Kualitas individunya yang berada di atas rata-rata juga membuatnya dipercaya memperkuat skuad PON Sumatra Barat.
Pengalaman bertanding di level semi-profesional yang sarat kontak fisik dan tekanan mental itulah yang disinyalir membuat Syafrinaldi tampil begitu dominan dan dewasa di ajang EPA U-19 kali ini.
Properti Panas Bursa Transfer Nasional
Keberhasilan Syafrinaldi membawa Sumsel United merengkuh trofi juara diprediksi akan mengubah peta radar para pencari bakat (talent scout) klub-klub elite Liga 1 maupun tim nasional kelompok umur. Dengan kombinasi disiplin taktis khas PPLP Sumbar serta kematangan mental pasca-berkompetisi di Liga 3, Liga 4, dan PON, Syafrinaldi kini resmi bertransformasi menjadi salah satu properti terpanas di sektor gelandang bertahan maupun gelandang tengah murni.
Pemain yang sempat masuk Skuad Nil Maizar di kompetisi liga 2 musim 2025-2026 tersebut saat ini memiliki koleksi gelar lengkap di kategori kelompok umur.
Gelar juara EPA U-19 bersama Sumsel United bukanlah akhir, melainkan sebuah babak pembuka yang sempurna bagi karier profesional sang maestro muda nomor 20 asal Ranah Minang ini. Indonesia kini menanti kiprah selanjutnya di panggung tertinggi.
Pemain asal kabupaten Agam, yang memiliki attitude,renda hati dan memiliki jiwa petarung di lapangan hijau tersebut memiliki masa depan yang cerah untuk menatap level sepak bola yang lebih tinggi. Jetar


