
PARIAMAN, INVESTIGASI_Ada keraguan melintasi jalan nasional ruas Lubuk Alung – Pariaman – Padang Sawah. Ada pikiran lain bermain dihati, melintasi sepanjang jalan nasional itu. Kenapa tidak! Dibeberapa titik bahu jalan terban dan longsor, masih belum dikerjakan.
Pikiranpun melayang pada plang proyek, disebut ruas jalan itu, dikerjakan CV. Teknik Kualiva Engeneering, senilai Rp3.464.894.000. Sehingga, asumsi pun muncul, segala kerusakan, terban dan longsor, menjadi tanggungjawab perusahaan itu, untuk memperbaiki
Padahal, menjadi tanggungjawab perusahaan tersebut, hanya sebatas patching dan berkala 5 jembatan. Kurangnya informasi, berujung tudingan mengarah pada perusahaan tersebut. Terlepas dari segala persoalan bergayut pada proyek bernomor kontrak : PKK/T/Bpjn4.7.5/2026/01, tanggal kontrak 11 Pebruari, terkait lokasi longsor, rekanan berbaik hati untuk memperbaiki jika ada perintah
Ini terungkap dari pernyataan Jon GS CV. Teknik Kualiva Engeneering, saat dikonfirmasi batas pekerjaan preservasi jalan dan jembatan ruas Lubuk Alung – Pariaman – Padang Sawah itu. Katanya Via WA, Kamis (21/5), kontrak awak cuma patching dan berkala 5 unit jembatan.
” Sedangkan bobot pekerjaan sudah mencapai 25 %. Sampai sekarang belum ada kendala terkait pekerjaan. Untuk lubang dekat jembatan Kamba, segera dikerjakan. Sedangkan longsor, baru dikerjakan, jika ada perintah menanganinya.
Diakui, memang ada bahu jalan longsor dilokasi itu. Namun, diluar kontrak proyek milik Kementerian Pekerjaa Umum, Direktorat Jenderal Binw Marga melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar.
Niat baik rekanan terhadap pekerjaan yang menjadi tanggungjawab Satker PJN Wilayah Sumbar dan PPK 1.5, untuk membantu menangani, hanya menunggu perintah. Terpenting, pekerjaan masa pelaksanaan 324 hari kalender, konsultan supervisi PT. Seecons KSO PT. Indec Internusa, bisa dinikmati pengendara dan warga
Penulis
Novri Investigasi


