
Catatan Emil Pribadi, S.IP:
Perang antara AS dan Iran yang memanas sejak sejak beberapa bulan terakhir, memasuki fase gencatan senjata sementara.
Meskipun ketegangan masih terasa di kawasan Timur Tengah, umat Islam di Iran dan zona konflik merayakan Idul Fitri (dan nantinya Idul Adha) dengan suasana yang lebih senyap, pembatasan ketat, dan tantangan krisis ekonomi.
Di Iran, pelaksanaan shalat Id (Idul Fitri dan Idul Adha) biasanya dilangsungkan secara terpusat dan terbatas di satu lokasi per kota karena alasan keamanan dan pedoman jarak.
AS dan Iran sepakat menghentikan sementara pengeboman dan bersiap melanjutkan negosiasi damai lanjutan yang dimediasi oleh Pakistan di Islamabad.
Perayaan hari besar di kawasan tersebut sangat dibatasi oleh suasana perang, berkabung, dan krisis ekonomi akibat lonjakan harga serta terganggunya rantai pasokan minyak.
Di Indonesia Hari Raya Idul Adha 1447 H ditetapkan jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Pemerintah, melalui Kementerian Agama Republik Indonesia, telah memutuskan tanggal ini berdasarkan hasil sidang isbat yang memadukan metode hisab dan rukyat hilal.
Idul Adha adalah hari raya besar kedua dalam agama Islam yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, bulan terakhir dalam kalender Hijriah.
Hari raya ini juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban atau Lebaran Haji karena di dalamnya terdapat dua ibadah utama, penyembelihan hewan kurban dan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
Secara harfiah, Idul Adha berarti “hari raya penyembelihan hewan kurban”. Kata ini berasal dari bahasa Arab, yakni ‘id yang berarti perayaan atau kembali berulang, dan adha yang bermakna kurban.
Perayaan ini memperingati ketaatan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang bersedia menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, atas perintah Allah SWT. Sebelum disembelih, Allah mengganti Ismail dengan seekor domba. Peristiwa ini menjadi simbol ketaatan tertinggi dan dasar disyariatkannya ibadah kurban.
Umat Islam yang mampu secara finansial dianjurkan untuk menyembelih hewan ternak (seperti kambing, domba, sapi, atau unta) pada hari raya dan tiga hari setelahnya (Hari Tasyrik: 11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Daging kurban kemudian dibagikan kepada yang membutuhkan.
Pada waktu yang bersamaan, jutaan umat Islam dari seluruh dunia sedang berkumpul di Makkah untuk menunaikan rukun Islam kelima, yakni ibadah haji.
Salat Idul Adha Rangkaian perayaan dimulai dengan salat sunah berjemaah di masjid atau tanah lapang pada pagi hari.
Makna spiritual utama dari Idul Adha adalah mengajarkan nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, dan kepedulian sosial terhadap sesama.


