
Indak di sangko ka cando iko
Raso cinto tumbuah di hati
Dek sayang alah todorong
Karajo juo mamisahan diri
Bamulo dari Bengawan Solo
Mengawal sabodam Gunung Marapi
Alun salasai bapindah ka Sorong
Rizki Wahyudi Melanjuik an kini
Dua tahun terasa singkat. Indahnya kebersamaan baru dirasakan. Sadayuang, sabiduak, sairiang sajalan mengiringi rasa persaudaraan. Di Balai Wilayah Sungai Sungai V (BWSS V) mewujudkan impian. Namun, semuanya terpisahkan oleh tugas. Mengemban amanah berpindah tempat
Naryo Widodo dikenal sebagai sosok teknorat Sumber Daya Air (SDA) datang ke Sumbar menggantikan Muhammad Dian, punya misi khusus, penanganan bencana Gunung Merapi. Karena, sangat memahami dinamika Sumbar, terkait resiko erupsi.
Baru saja masuk ke Sumbar dan menjabat sebagai Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS V), awal Oktober 2024, fokus utamanya pembangunan Sabo Dam bertingkat di DAS Anai, Tanah Datar. Sebab, dinilai paling efektif antisipasi banjir lahar, sedimen vulkanik merapi
Gayuang basambuik, kato bajawek. Keinginan terwujud, impian tercapai, ia pun menginisiasi pembangunan delapan unit sabo dam di wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Agam untuk mengendalikan banjir dan sedimen pascabencana.
Bahkan, ikut mendampingi langsung kunjungan kerja Menteri PU dalam peninjauan infrastruktur sungai dan perkuatan tebing, menimalisir resiko banjir di titik rawan Sumbar. Sabo dam menjadi tujuan utama, terlaksana. Target pun diusung, percepatan pembangun dilakukan. Tahap 1 akan selesai akhir 2027
Sabo Dam Berjalan, Mutasi ke Sorong Papua Barat.
Menjadi tanda tanya, tak ada kabar, disaat pembangunan pengendali lahar/sedimen Kawasan Gunung Merapi di Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam dan Kota Padang, sedang dalam proses pekerjaan, kabar perpisahan mengiringi pekerjaan.
Naryo Widodo dianggap memberi harapan penanganan Merapi, malah di mutasi. Ia mendapat amanah baru dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk memimpin Balai Wilayah Sungai (BWS), Sorong Papua Barat.
Padahal, pekerjaan proyek itu, tahap 1 digemborkan akan selesai akhir 2027. Belum setengah jalan, sudah bersimpang jalan. Pindah tugas ke provinsi lain, meninggalkan harapan yang diemban ke pundaknya. Meski, sorotan menyertai pekerjaan, tapi harapan warga yang berada di lokasi, pekerjaan bisa selesai tepat waktu dan mutu
Dilanjutkan Rizki Wahyudi
Ada yang datang, ada yang pergi. Ada yang turun ada yang naik. Ada mutasi ada yang mengganti. Tak perduli, pindah ada masalah atau tak ada masalah. Atau, pergi, menghindari gejolak terjadi. Itu bagian dari siklus kehidupan. Sepantun di BWSS V, Naryo Widodo pergi digantikan Rizki Wahyudi, sosok yang tak tergeserkan di BWSS V.
Setia dan bertahan, disaat yang lain datang dan pergi. Bagaikan Anak Emas, Rizki Wahyudi tetap bertahan ditengah gelombang mutasi. Tak perlu kita bahas, hanya pertanyaan yang perlu jawaban ditengah keraguan. Sanggupkah Rizki Wahyudi melanjutkan. Semoga
Penulis
Novri Investigasi


