
PADANG, INVESTIGASI_Pemerintah Kota Padang, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), terus berbenah dan berkelanjutan membangun infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan.
Demi mendukung program unggulan ‘Padang Rancak’ seluruh ruas jalan yang rusak dilakukan tambal sulam (patching) dan overlay atau penambalan permanen. Demi kenyamanan dan keselamatan pengendara dan memperindah kota
Khusus untuk tambal sulam (patching), perlu perhatian khusus, termasuk tambal sulam darurat atau Aspal dingin/asbuton untuk menutupi lubang kecil biar cepat dan tahan beberapa bulan. Terlihat di lapangan, ada kelalaian dan terkesan mengabaikan
Bersihkan Debu, Kotoran dan Genangan Air
Biar pekerjaan tahan lama, memberikan manfaat kepada pengendara dan ‘Padang Rancak’ terwujud, untuk pekerjaan tambal sulam, harus sesuai SOP. Sebelum dilakukan pengaspalan, permukaan jalan dan lubang, harus bersih dari abu, kotoran dan genangan air
Sebab, jika tidak dilakukan dapat menghalangi daya perekat aspal. Berakibat fatal, aspal mudah terkelupas, berlubang dan rusak lagi. Artinya, pekerjaan tak bertahan lama. Pembersihan bisa dilakukan menggunakan mesin penyapu jalan (road sweeper) atau kompresor angin (air compressor)
Dilapisi Prime Coat
Mungkin ada alasan lain, saat tambah sulam, permukaan jalan atau lubang langsung dipaparkan aspal dan digiling menggunakan mini roller atau tandem roller kecil. Seharusnya, sebelum aspal dipaparkan, terlebih dahulu dilapisi perekat (prime coat atau tack Coat). Tujuannya, agar aspal menempel sempurna
Pekerjaan tambal sulam yang dilakukan di Bandar Bekali, Jumat (19/6), terindikasi mengabaikan persyaratan diatas. Namun, berharap di ruas lain ini perlu menjadi perhatian. Agar pekerjaan sesuai SOP dan tahan lama. Karena, tidak saja membuat pengendara nyaman, tapi juga merupakan urat nadi perekonomian. Jalan rancak, ekonomi pun bergerak
Penulis
Novri Investigasi


