
PASAMAN, INVESTIGASI_Pemerintah pusat, melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, terus menggenjot pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan di Sumbar. Satu tujuan mendukung harapan, demi mencapai target jalan mantap nasional. Salah satu ruas yang menjadi perhatian, ruas jalan Batas Bukittinggi – Batas Sumatera Utara.
Sekarang
preservase jalan itu, sedang dikerjakan PT. Aura Mandiri Sejahtera yang juga mengerjakan preseversi Jalan Payakumbuh – Sitangkai. Pertanyaan mengemuka, seiring berjalannya pekerjaan. Apakah, dua pekerjaan itu, suhu aspal terjaga sampai ke lokasi pekerjaan. Bukan tanpa alasan, jarak yang berjauhan, kendala hujan, macet, tentu sangat berpengaruh terhadap suhu aspal sampai ke lokasi.
Tidak itu saja, pekerjaan dibawah tanggunjawab Efriwandi, ST., M
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 1.3)
Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Barat itu, material digunakan juga menjadi tanda tanya. Darimana mendapat dukungan, sebab hanya ada lima perusahaan di Kabupaten Pasaman itu, memiliki izin IUP, SIPB sesuai data didapat dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sumbar
Begitu juga progres pekerjaan proyek didanai APBN TA 2026, bernomor kontrak : PPK/T/Bpjn4.7.3/2026/0, tanggal kontrak: 27 Maret 2026, nilai Kontrak: Rp 23.663.500.000,00, kontraktor Pelaksana: PT. Aura Mandiri Sejahtera, menjadi tanda tanya.
Itupun dilihat dari pekerjaan masa pelaksanaan 280 hari kalender dan dimulai awal Juli 2026. Bukan tanpa alasan,
penanganan longsoran dan wilayah kerja berada di area perbukitan/ketinggian. Tentu ini menjadi penghalang keterlambatan pekerjaan
​Namun, segala persoalan yang menerpa pekerjaan proyek itu, belum menemukan titik terang. Karena, berbagai pihak terkait pekerjaan, saat dikonfirmasikan ‘puasa suara’. Baik itu, pihak perusahaan dan PPK. Efriwandi, hanya menjawab singkat, ada sampai suhunya. Namun, terhadap pertanyaan lain, enggan bersuara. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


