
PASBAR, INVESTIGASI_Kabupaten Pasaman Barat memiliki segudang prestasi. Tapi, bukan prestasi mentereng namun prestasi memilukan terkait sejumlah infrastruktur bangunan milik pemerintah rusak parah. Baik pemerintah daerah setempat maupun pemerintah Provinsi hingga pemerintah pusat.
Bukan sekedar cerita, tak fakta. Persoalan kondisi bangunan infrastruktur
aset pemerintah yang telah di bangun terkesan di abaikan, tidak terurus, bak rumah hantu di biarkan begitu saja.
Penelusuran media ini pada UPTD Pelabuhan Perikanan Wilayah PPI Sasak milik Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Barat, sejumlah bangunan terlihat horor dan terkesan di abaikan, bahkan dibiarkan begitu saja.
Pengamatan media ini, memasuki gerbang masuk UPTD PPI Sasak sudah di suguhi pemandangan bangunan pos Satpam yang sudah kusam, loteng yang sudah ambruk , atap yang sebagian tidak utuh lagi.
Begitu juga pada bangunan rumah jabatan, sudah di tumbuhi rumput liar, dinding kusam, loteng hancur, toilet tidak berfungsi. Begitu juga bagian belakang sudah ditumbuhi rumput liar menambah, kesan tak terawat dan di biarkan begitu saja.
Selanjutnya, untuk bangunan rumah ibadah terlihat rumput liar tumbuh subur sekelilingi bangunan, air pada bangunan toilet dan tempat berwudhu tidak mengalir.
Sementara itu, untuk aktifitas bongkar muat hasil tangkapan nelayan yang ada di Sasak masih terlihat memanfaatkan fasilitas bangunan PPI Sasak. Namun, sayangnya sejumlah fasilitas bangunan terkesan tidak ada yang mengurus dan menjaga maupun merawatnya.
Pejabat UPTD Perikanan Wilayah II Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumbar Yofrianto, mengaku kondisi sejumlah fasilitas bangunan infrastruktur milik Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumbar pada UPTD yang tersebar di Sumbar termasuk UPTD PPI Sasak dan PPI Air Bangis disebabkan kekurangan
dana atau defisit anggaran. Faktor kedua kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Salah seorang warga Pasaman Barat Mai Zero Aliudin mengaku sangat menyayangkan aset milyaran rupiah terlihat di biarkan begitu saja oleh pemerintah. Tidak terlihat adanya perawatan maupun pemeliharaan yang berkelanjutan bahkan untuk petugas tidak di ketahui.” Kami bermohon agar aset – aset bangunan pemerintah dapat di jaga dan di rawat bersama – sama jangan sudah di bangun setelah itu dibiarkan begitu saja. Sayang uangnya sudah ratusan juta bahkan milyaran menjadi tidak bermamfaat bagi masyarakat terutama nelayan maupun masyarakat yang berkunjung ke PPI Sasak,” katanya
Penulis
Buyung


