
TANAHDATAR, INVESTIGASI_Pembebasaan lahan memang menjadi persoalan klasik yang terus mewarnai pekerjaan proyek di Sumbar ini. Begitu juga material, sering menjadi sorotan, disebabkan maraknya material ilegal. Bahkan, ada juga antara surat dukungan dan pengambilan material tak sejalan.
Dukungan di lokasi lain, material diambil di lokasi lain. Sapayuang bajauh hati, sarumah balain raso. Itulah perumpamaannya. Terpaan lain, juga menimpa pekerjaan pembangunan Jembatan Manunggal (P.035) dikerjakan CV. Barcelona Konstruksi
Disebut sebut, proyek milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Melalui Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) terkendala pembebasan lahan. Sehingga, berujung tambahan waktu pada proyek bernomor kontrak : 620/36/KTR/PMBJBT-MNGGL-BM/2026
Tudingan material juga mengiringi proyek, tanggal kontrak 7 April 2026, masa pelaksanaan 210 hari kalender, sumber dana PAD PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) 2026. Termasuk juga APD (Alat Pelindung Diri) yang terabaikan.
Wajar saja, pekerjaan proyek senilai Rp6.210.229.551, konsultan supervisi PT. Askon Multi Jasa, menuai beragam tanggapan. Masalah cuaca ekstrem, bakal menjadi penghalang pekerjaan, sehingga tak tepat waktu dan mutu
Terkendala Pembebasan Lahan
Tudingan itupun mendapat tanggapan Dedy, CV. Barcelona Konstruksi. Melalui WA nya, Jumat (7/8), ia menjelaskan dan meluruskan tudingan itu. Katanya, ada tambahan waktu, disebabkan lahan belum ready.
Terkait pemakaian material, lanjutnya, sudah disepakati bersama, memakai readymix dari Limber.”Untuk progres, kita plus 19 % hingga perminggu K 16,” jelasnya
Dengan yakin, ia mengatakan, durasi sudah addendum dengan pertambahan waktu sampai awal Desember 2026. “Sementara, denda keterlambatan dihitung setelah PHO fisik pokok belum selesai,” katanya mengakhiri
Penulis Dion
Editor Novri Investigasi


