
PADANG, INVESTIGASI_Ada duka dibalik meriahnya Ulang Tahun Kota Padang ke 357 Tahun. Duka pasca banjir masih menyelimuti SMP Negeri 41 Kota Padang, Jalan Kampung Jambak, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang
Kenapa tidak! Pasca banjir beberapa hari lalu, kondisi sekolah itu masih belum pulih. Lumpur dan kayu masih menutupi sekolah itu. Walau sudah dikerahkan alat berat, gotong masyarakat dan aparat, namun masih terkendala penyemprotanaair
Jika kondisi ini, tak segera dipulihkan, akan berpengaruh terhadap proses belajar mengajar. Padahal, orang tua dibantu dari TNI, bergerak cepat membersihkan lumpur agar sekolah ini bisa beraktifitas lagi
Untuk mempercepat membersihkan lumpur, sangat dibutuhkan mobil penyemprot air. Meski, sudah dihubungi berbagai untuk bisa menurunkan armada penyemprot air itu, tak ada tanggapan, bahkan ada yang terkesan bungkam
Kepala Damkar Budi Payan yang akrab dipanggil Abi, saat dihubungi untuk bisa menurunkan armada, Sabtu (8/8), beralasan ada kebakaran.” Oto menuju lokasi kebakaran,” jawabnya singkat. Sampai sore pun tak ada jawaban Raju Sekda maupun Maigus Nasir Wakil Walikota Padang.
Wajar saja, rasa kecewa membias dihati orang tua. Mereka rela menghabiskan waktu untuk membersihkan sekolah yang tertutup lumpur dan kayu, akibat banjir. Namun, apalah daya, alat berat memang ada, bantuan dari TNI, juga ada. Hanya saja, mobil penyemprot air diharapkan tak kunjung datang.
“Memang lumpur sudah diangkat melalui alat berat. Bahkan, bantuan pihak aparatpun berdatangan. Orang tua dan. Warga, juga rela meluangkan waktu. Sayang, alat penyemprot air diharapkan tak kunjung,” ujar salah orang tua murid dengan raut wajah kecewa.
Penulis
Novri Investigasi


