
BATANGANAI, INVESTIGASI_Kepedulian Kementerian PUPR, Ditjen SDA melalui BWSS V terhadap pembangunan irigasi, pantas diapresiasi. Ratusan miliyar digelontorkan ke Sumbar untuk pembangunan irigasi yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sumbar.
Salah satunya, pembangunan jaringan irigasi skunder DI. Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Proyek yang dikerjakan CV. Arfan Nashifa Pratama, konsultan pengawas PT. Pilar Nawa Seta (KSO) CV. Boarta Lestari Consultan, senilai Rp9.580.510.000,00, dalam proses pekerjaan. Sebab, sudah mulai kontrak 24 April 2026 lalu.
Pertanyaan pun muncul dalam pikiran, mampukah perusahaan tersebut, mengerjakan proyek bernomor kontrak : HK0201/T. Bws 5.9.2/2026/IV itu. Bukan tanpa alasan, cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, bakal menjadi penghalang pekerjaan masa pelaksanaan 252 hari kalender, bersumber dana APBN
Wajar berbagai kalangan meragukan pekerjaan akan selesai tepat waktu dan mutu. Cuaca ekstrem, curah hujan tinggi, membuat jalan bertanah menuju lokasi pekerjaan, sulit dilewati, untuk membawa material. Begitu juga pekerjaan fisik dialam terbuka, terganggu jika curahaan hujan sangat tinggi. Apakah perusahaan mampu mengatasinya
Memang diragukan dan jadi perbincangan banyak orang. Melihat pekerjaan sekarang ini, perlu dipertaruhkan profesional rekanan dalam menuntaskan pekerjaan. Apakah mampu mensiasati dan mengatasi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, menjadi penghalang pekerjaan. Termasuk juga, material digunakan, apakah memiliki izin dan sesuai surat dukungan?
Eka Hendra Irawan PPK Menanggapi
Beragam persoalan yang berpotensi menghalangi pekerjaan, disikapi dengan bijak, Eka Hendra Irawan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Melalui WA nya, Eka panggilan akrabnya mengurangaikan solusi mengatasi masalah yang akan terjadi
Katanya,
sehubungan dengan mengenai pelaksanaan pembangunan Jaringan Irigasi Sekunder D.I. Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman, khususnya mengenai kekhawatiran terhadap kemampuan penyedia Jasa dalam menyelesaikan pekerjaan, akibat kondisi cuaca ekstrem, curah hujan tinggi, progres pekerjaan, serta penggunaan material, perlu disampaikan beberapa hal sebagai klarifikasi
Berdasarkan kondisi dan data pelaksanaan pekerjaan di lapanga,
kemampuan penyedia jasa menyelesaikan pekerjaan, sampai minggu ke-17 atau per tanggal 16 Agustus 2026, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, realisasi pekerjaan berada 16,414 poin persentase di atas progres yang direncanakan.
Dengan demikian, sampai dengan periode pelaporan tersebut, secara progres pekerjaan tidak berada dalam kondisi keterlambatan, bahkan menunjukkan capaian yang lebih cepat dibandingkan rencana dan waktu yang terpakai.
Meskipun demikian, capaian progres tersebut tetap harus dipertahankan melalui pengendalian pelaksanaan yang konsisten, khususnya terhadap pekerjaan yang masih tersisa, kondisi cuaca, ketersediaan material, tenaga kerja, peralatan, serta pengendalian mutu pekerjaan.
Oleh karena itu, pengawasan dan evaluasi mingguan tetap dilakukan untuk memastikan progres yang telah dicapai dapat dipertahankan sampai pekerjaan selesai dan diserahterimakan sesuai ketentuan kontrak.
Kondisi Cuaca Ekstrem dan Curah Hujan Tinggi
Terkait kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, katanya memang merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan konstruksi, khususnya pekerjaan yang berada di area terbuka dan pekerjaan tanah.
Namun, kondisi tersebut tidak berarti pekerjaan tidak dapat dilaksanakan. Pengaruh cuaca dikendalikan melalui pengaturan metode kerja dan penjadwalan pekerjaan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan agar pekerjaan dapat berjalan secara efektif tanpa mengabaikan aspek mutu, keselamatan konstruksi dan lingkungan.
Langkah-langkah pengendalian yang dilakukan diantaranya, menyesuaikan jadwal pekerjaan dengan kondisi cuaca dan prakiraan hujan.
Memprioritaskan pekerjaan yang dapat dilaksanakan pada saat kondisi cuaca memungkinkan.
Menyiapkan akses mobilisasi dan melakukan pemeliharaan jalan kerja secara berkala.
Menyiapkan sistem pengaliran/pemompaan air pada lokasi pekerjaan yang berpotensi tergenang.Meningkatkan pengawasan terhadap kualitas pekerjaan setelah terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Mutu Material yang Digunakan
Ia juga menjawab, masalah alam material yang digunakan. Katanya, harus memenuhi persyaratan teknis, mutu, serta ketentuan mengenai sumber material sesuai dokumen kontrak dan ketentuan peraturan yang berlaku. Untuk memastikan hal tersebut, pengawasan dilakukan terhadap:
Sumber material,
Legalitas atau dokumen pendukung,
Kesesuaian material dengan spesifikasi teknis.
Hasil pengujian laboratorium apabila dipersyaratkan,
Pemeriksaan material sebelum digunakan dalam pekerjaan. Dan,
Dokumentasi penerimaan dan penggunaan material di lapangan.
Dengan demikian, setiap material yang digunakan dalam pekerjaan tetap harus dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan administratif. keberhasilan pekerjaan tidak hanya diukur dari kemampuan mencapai progres, tetapi dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, tepat mutu, tepat administrasi, aman, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan keberlanjutan pelayanan irigasi di D.I. Batang Anai.
Penulis
Novri Investigasi


