
Catatan : Richard, Akb
Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat ke 16 segera bergulir dari tanggal 2 sampai 14 Oktober 2026, yang dipusatkan di berbagai daerah tingkat II/ kabupaten dan kota, pada beberapa cabang olahraga.
Khusus untuk cabang sepakbola dipusatkan di Kabupaten Padang Pariaman.
Cabang sepakbola adalah cabang yang sangat bergengsi bila dibandingkan puluhan cabang olahraga lainnya, karena ribuan, bahkan, jutaan peminat , dan cabang yang satu ini tidak pernah sepi dari penonton.
Bila tidak salah pengamatan penulis, Kota Padang terakhir keluar sebagai juara satu sepakbola di Porda/ kini Porprov Tingkat Sumbar tahun 1997 di Kabupaten Pasaman.
Dengan alasan berbagai hal Porprov ini terhenti sejak tahun 2018. Pada Porprov terakhir tersebut keluar sebagai juara satu cabang Sepakbola Kabupaten Padang Pariaman, yang berhadapan saat itu dengan Kota Padang .
Kabupaten Padang Pariaman memang cukup solid di cabang sepakbola ini dan terlihat dukungan masyarakatnya sangat besar.
Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi komunikasi (IT), persepakbolaan di daerah berkembang cukup pesat, hampir, merata, misalnya di Sumatera Barat, baik di kota maupun kabupaten sangat maju persepakbolaannya.
Untuk Porprov Sumbar tahun ini mungkin akan tampil sekitar 15 tim dari kota dan kabupaten, atau bisa lebih sesuai dengan kesiapan daerah masing masing.
Kalau disimak dari liga IV Sumbar beberapa waktu lalu, kekuatan klub klub di daerah terlihat sama, namun keberuntungan yang belum berpihak kepada daerah yang ikut liga.
Saat itu klub Persatuan Sepak Bola Padang (PSP) keluar sebagai juara satu, tetapi kandas di liga nasional (3).
Meskipun atas nama klub yang bertanding, tetapi itu mencerminkan kekuatan daerah masing masing.
Kekuatan sama, mungkin keberuntungan yang belum didapat oleh klub klub dari daerah lainnya.
Kembali ke pokok pembicaraan diatas. Bahwa masyarakat Kota Padang sangat berharap, tim sepakbola Kota Padang di Porprov 16 di Kabupaten Padang Pariaman bisa keluar sebagai juara pertama dan meraih medali emas, medali yang sangat bergengsi.
Sebenarnya secara moril Padang diatas angin, karena disini berkumpul bibit bibit unggul, bahkan juga ada diklat Sepakbola di Sungai sapih Padang, dan puluhan klub klub sepakbola amatiran di 11 kecamatan.
Pengurus sepakbola Padang (PSSI) tinggal memilih pemain yang betul betul jitu dan sangat berbakat, serta Berdisiplin tinggi.
Padang saat ini penduduknya mencapai 950.000 atau hampir satu juta jiwa. Masak Ndak bisa memilih pemain yang betul betul berkelas, berbakat, berdisiplin tinggi dan loyal kepada manajemen, baik pelatih maupun pengurus PSSI setempat.
Pemain inti sebelas orang dan cadangan sebelas orang, hanya butuh 22 orang.
Belajar dari kegagalan di beberapa Porda atau Porprov di berbagai daerah sebelumnya di Sumbar.
Kali ini segenap pembina persepakbolaan Kota Padang harus jeli mencari pemain yang handal dan memiliki teknik persepakbolaan yang tinggi, dan kuat secara fisik. Plus pelatih/ pembinanya yang berkelas, berpengalaman nasional, bahkan mancanegara, bila perlu.
Kota Padang sebagai ibukota propinsi Sumbar, memang sebelum bertanding dianggap lawan yang tangguh.
Namun hal tersebut jangan menjadi membuat tim terlena. Tetapi tetap menyiapkan tim yang tangguh, kuat, mengusai teknik yang jitu, dan berdisiplin tinggi.
Sudah menjadi pameo, kalau cabang sepakbola tidak berhasil meraih medali emas, meskipun juara umum, kemenangan tersebut terasa ” Hambar”, ibarat gulai ayam kurang garam
Tugas berat pengurus dan manajemen serta didukung masyarakat, adalah, , Kali ini sudah saatnya Kota Padang kembali meraih medali emas pada cabang sepakbola. Medali yang sangat bergengsi, karena dipertandingan pada puncak penutupan Porprov Sumbar ke 16, yang disaksikan ratusan ribu pasang mata, bahkan jutaan .
Semoga .


