
PADANG, INVESTIGASI_Biasanya, saat reses dan bertatap muka dengan warga, beragam masukan diterima, berbagai usulan ditampung. Baik itu, infrastruktur, UMKM maupun aspirasi lain sesuai permintaan warga
Namun, lain yang dilakukan Mastilizal Aye, SH, Wakil Ketua DPRD Padang, juga Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Padang. Reses kali ini, sepakbola menjadi pembahasan utama. Ya, wajar saja, jabawan Ketua PSSI Kota Padang melekat pada dirinya, tentu sepakbola juga menjadi perhatian. Makanya, ia mengumpulkan para insan olahraga, khususnya pembina sepak bola, pelatih, pengelola Sekolah Sepak Bola (SSB), dan perwakilan orang tua. Ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam membina generasi muda.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi sekaligus menata kegiatan sepak bola di Kota Padang agar lebih terarah dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kita sengaja mengumpulkan seluruh pembina olahraga sepak bola hari ini. Ada SSB, pelatih, dan perwakilan orang tua. Selama ini mereka sudah berjuang di lapangan membina anak-anak, sehingga perlu kita berikan perhatian dan apresiasi,” ucap Ketua Askot PSSI Kota Padang, Mastilizal Aye dan juga Wakil Ketua DPRD Kota Padang dalam reses masa sidang I tahun 2026 di Palanta Wali Kota Padang, Jalan A Yani Kota Padang, Sabtu (05/09/26).
Menurutnya, peran pembina sepak bola tidak hanya melatih kemampuan teknis. Para pelatih dan pembina juga ikut membentuk attitude, kerja sama, kedisiplinan dan mental bertanding anak-anak sejak usia dini.
Disisi lain, kegiatan sepak bola di Kota Padang saat ini semakin berkembang. Berbagai kompetisi digelar mulai dari kelompok usia 10–12 tahun, U-13, U-15 hingga U-19. Selain agenda resmi, sejumlah turnamen juga digelar di luar kalender Asprov PSSI Sumbar.
Kondisi tersebut dinilai positif karena memberikan lebih banyak kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Namun, pengelolaannya perlu ditata agar jadwal dan program kompetisi tidak saling berbenturan.
“Kita akan tertibkan. Ke depan bagaimana kegiatan ini lebih teratur dan tertib. Jangan sampai misalnya usia 11 tahun ada Piala Wali Kota, kemudian ada lagi kegiatan dengan nama yang sama. Kita harus konsisten dalam program,” kata Mastilizal Aye.
Kompetisi Terarah
Kedepan kata Aye, PSSI Kota Padang, akan terus berupaya menyusun program yang dapat mengakomodasi anak-anak Kota Padang untuk mendapatkan pengalaman kompetisi secara berjenjang, mulai usia dini hingga tingkat senior.
Mastilizal Aye mengatakan, bahwa kompetisi yang terarah penting dalam proses pembinaan karena anak-anak tidak hanya membutuhkan latihan, tetapi juga pengalaman menghadapi situasi pertandingan yang sesungguhnya.
“Bagaimana anak-anak Kota Padang bisa berkompetisi dari usia dini sampai senior. Itu yang terus kita dorong,” ujar Mastilizal Aye.
Ia optimistis perkembangan sepak bola Kota Padang akan semakin baik seiring meningkatnya aktivitas pembinaan diberbagai SSB dan klub.
Sejumlah talenta asal Kota Padang bahkan telah mampu menembus kompetisi di luar daerah, termasuk level Liga 1 dan Liga 2.
Tidak hanya pemain, kontribusi Kota Padang juga terlihat dari lahirnya perangkat pertandingan berkualitas. Salah satunya wasit asal Kota Padang yang dipercaya memimpin pertandingan klub-klub besar di Indonesia.
“Ini adalah salah satu kontribusi kita terhadap sepak bola Kota Padang. Kita bersyukur karena anak-anak kita sudah ada yang bermain di Liga 1 dan Liga 2, dan ada juga wasit yang dipercaya memimpin pertandingan besar,” tutur Mastilizal Aye.
Kolaborasi Antar Daerah
Aye panggilan akrabnya berharap ke depan, pembinaan sepak bola diharapkan tidak hanya menjadi gerakan Kota Padang. Kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat juga didorong aktif menyelenggarakan kompetisi dan memperkuat pembinaan usia dini.
Kolaborasi antardaerah dinilai penting agar talenta sepak bola Sumatera Barat memiliki jalur kompetisi yang lebih luas dan berkesinambungan.
“Kita berharap bukan hanya Kota Padang yang menyelenggarakan kegiatan. Askab dan daerah lain di Sumatera Barat juga ikut bergerak. Bagaimana sepak bola Padang dan Sumatera Barat bisa tampil di tingkat nasional,” pungkas Mastilizal Aye.
Acara ini ikut hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kadispora) Kota Padang, Eka Putra Bahari, SSTP, MPA, Staf Ahli Wali Kota Padang, para pelatih SSB dan orang tua.
Herman Jetar


