
PASBAR, INVESTIGAS_Miris aset Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Kinali Pasbar selain tidak terurus terkesan di biarkan ditumbuhi rumput liar bahkan terlihat kusam.

Sesuai papan informasi Aset Pemerintah Provinsi Sumbar Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Induk (BBI ) Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Satgas BBI Kinali Dinas Perkebunan Tanaman Pangan, Holtikultura Provinsi Sumatera Barat.
Pantauan media ini, bangunan aset milik Dinas Perkebunan Tanaman Pangan, Holtikultura Provinsi Sumatera Barat diawali bangunan lantai jemur. Terlihat lantai yang sudah retak, di tumbuhi sebagian rumput. Bahkan, atapnya sudah bolong, rusak terkesan tak terurus.
Beralih kepada sejumlah bangunan penunjang lainya sangat memprihatinkan, bahkan sudah ada atapnya yang rewot. Dinding kusam dan terlihat horor.
Konfirmasi kepada UPT BBI Syofrinaldi mengaku, semua aset di BBI Kinali seluas 20 hektar , 3 hektar di perkirakan dimamfaatkan sebagai pabrik jagung, lahan produktif 6 – 7 hektar , bangunan penunjang 5 hektar. Sisanya areal tanaman induk jenis buah – buahan.
Khusus BBI Kinali di peruntukan untuk menghasilkan Bibit Unggul Tanaman Jagung dan Kacang Tanah. Tahun 2026 hanya di anggarkan seluas 2 Hektar saja.
Terkait sejumlah bangunan yang saat ini mengalami kerusakan, ia mengakui keterbatasan anggaran dan personil. Untuk personil di BBI Kinali hanya ada 2 orang pegawai, yakni satu berstatus PNS satu berstatus P3K.
Ia mengaku, pemanfaatan sementara sebagian lahan yang kosong oleh staf bersama masyarakat menjelang ada kegiatan.
Bangunan tersebut sudah lama. Wajar mendapatkan perawatan, namun terkendala keterbatasan anggaran.
Ia mengakui, dengan berkurangnya anggaran, di sebabkan efesiensi anggaran. Mau tidak mau banyak kegiatan yang tertunda. Untuk UPT BBI dengan target PAD lebih 1 milyar, kami akan berkoordinasi dengan semua pihak termasuk anggota DPRD Sumbar. Tujuannya, agar aset ini mendapat nilai tambah dan sedang di usulkan skema pihak ketiga. Namun, masih tahap penjajakan.
Penulis
BUYUNG


