
PADANG, INVESTIGASI_Berat, teramat berat. Saat berjuang membela Kota Sawahlunto di Porprov Sumbar, kabar duka menyelimuti jiwa. Bumi terasa bergoncang, namun semangat tetap menyala
Memberikan yang terbaik untuk ayah tercinta, iapun berjuang, bertarung, demi mempersembahkan medali emas yang akan dibawa ke Pusara ayah. Menceritakan anaknya berselimut duka berjuang demi daerah dan ayah tercinta
Cerita duka ini, mengiringi kisaah haru di datang dari ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Di tengah gegap gempita pertandingan dan sorak Sorai pendukung, atlet gulat asal Kota Sawahlunto, Juan Bachdim, bertarung merebut medali emas. Janji terpatri dihati, medali emas harus diraih untuk ayah tercinta.
Ditengah duka dan derita, ia bertekat pulang membawa kebanggaan untuk daerah dan ayah tercinta. Impian ingin tercapai. Dalam suasana hati yang remuk dan mata sembab, Juan naik ke matras. Setiap bantingan, setiap kuncian, ia lakukan sambil menahan isak. Ia bertanding bukan hanya untuk medali, tapi untuk ayah yang tak sempat melihatnya juara.
Pada partai final yang berlangsung di G Sport Center, Gunung Pangilun, Padang, Juan mengalahkan atlet tangguh asal Padang Pariaman. Peluit akhir berbunyi, ia menjadi juara. Medali emas itu ia persembahkan untuk Kota Sawahlunto dan untuk almarhum ayahnya.
Di podium, tangisnya kembali pecah. Bukan tangis bahagia, melainkan tangis rindu. Emas itu terasa berat, karena diraih tanpa pelukan ayah.
Jetar


