
PADANG, INVESTIGASI_ Bukan cuaca ekstrem, bukan pula curah hujan yang tinggi, penyebab, terhenti pekerjaan proyek rehabilitasi
Kawasan Air Mancur Pasarraya Padang.
Berbagai spesikulasi bersenandung di Pasarraya Padang, penyebab berhentinya, pekerjaan tahun anggaran 2026, bernomor kontrak : 89/kont-GPL/PUPR/2026, senilai Rp9.129.215.000 itu.
Berdasarkan laporan diterima media melalui WA beberapa hari lalu dari pedagang pasar, keterlambatan pekerjaan, berkaitan dengan gaji dan material. Makanya, proyek yang dikerjakan PT. Bripona Jaya Abadi asal Kalimantan, tanggal kontrak 2 Juli 2026, waktu pelaksanaan 180 hari kalender, tak ada aktifitas pekerjaan.
“Tidak ada aktifitas pekerjaan beberapa hari ini. Bahkan, terkesan ditinggal begitu saja. Isu yang berkembang, berkaitan dengan masalah gaji dan material tak tersedia di lapangan,” ujar salah seorang pedagang Pasarraya, beberapa hari lalu
Dibantah Malvi Hendri
Terundurnya, pekerjaan proyek dengan konsultan perencana Reka Cipta Konsultan Prima, pt, konsultan pengawas CV. Restu Graha Cipta itu, berkaitan dengan upah dan material. Tapi, terkendala pembayaran ke PLN untuk instalasi listrik
“Kita sudah panggil, kontraktornya melalui PPK. Insya Allah, dalam minggu ini kembali normal. Kemaren terkendala pembayaran ke PLN untuk instalasi listrik,” ujar Malvy Hendri, Kadis PUPR Padang, via WA nya, Selasa (13/10) sembari dilanjutkan Kabid Cipta Karya, Yola dan mengatakan, on progres untuk air mancur.
Penulis
Novri Investigasi


