
Pasbar, Investigasionline- Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPKUKM) menggelar Workshop Perluasan dan Peningkatan Akses Pasar bagi Wirausaha Terdampak Bencana. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha sekaligus mendorong mereka bangkit dan mengembangkan kembali usahanya setelah terdampak bencana alam.
Workshop tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 14–15 Oktober 2026, bertempat di Aula Kampus I UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Kegiatan dibuka langsung oleh Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM RI, Ginda P. Siregar. Sebanyak 89 pelaku UMKM asal Pasaman Barat yang usahanya terdampak bencana mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Ginda P. Siregar menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus mendampingi pelaku UMKM agar mampu tumbuh dan meningkatkan daya saing usahanya. Menurutnya, workshop tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap wirausaha terdampak bencana, terutama dalam meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta kemampuan mengembangkan usaha di tengah berbagai tantangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Pasaman Barat, Agusli, menyampaikan bahwa bencana alam yang melanda Pasaman Barat dan sejumlah kabupaten lain di Sumatera Barat telah memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha masyarakat. Kerusakan sarana dan prasarana usaha serta penurunan omzet menjadi persoalan yang harus segera diatasi agar para pelaku UMKM dapat kembali menjalankan aktivitas ekonominya.
“Bencana alam membuat sarana dan prasarana usaha rusak dan tidak sedikit omzet pelaku UKM turun drastis akibat bencana,” ujar Agusli.
Ia mengajak seluruh pelaku UMKM agar tidak menyerah menghadapi kondisi sulit dan terus berupaya memulihkan usaha masing-masing. Agusli menegaskan, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat akan terus mendorong berbagai program pemulihan dan pengembangan UMKM. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui workshop yang berfokus pada perluasan akses pasar dan peningkatan kemampuan wirausaha dalam mengembangkan bisnis.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian UMKM RI atas kolaborasi pembinaan bagi para pelaku usaha di daerah itu.
“Kami atas nama pimpinan daerah Kabupaten Pasaman Barat menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian UMKM RI yang telah mewujudkan kolaborasi pembinaan bagi pelaku usaha Pasaman Barat,” tambahnya.
Dalam sesi materi utama, Ketua Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Sumatera Barat, Prof. Dr. Sepris Yonaldi, memberikan pembekalan praktis mengenai strategi pengembangan usaha. Ia mengajak peserta mengevaluasi bisnis melalui tiga pertanyaan mendasar, yakni apakah produk yang ditawarkan diminati konsumen, apakah omzet terus bertumbuh, dan apa penyebab usaha belum berkembang. Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk menentukan langkah perbaikan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Sepris juga menekankan pentingnya mengenali pasar sasaran, target, menghitung biaya produksi secara terperinci untuk memastikan keuntungan, serta membangun bisnis yang berkelanjutan serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat pemulihan UMKM Pasaman Barat yang terdampak bencana, sehingga mampu bangkit, meningkatkan skala usaha, dan menembus pasar yang lebih luas hingga tingkat nasional melalui pemanfaatan platform digital,” ujarnya. fat


