
BENGKULU, INVESTIGASI — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu terus mempercepat penyelesaian berbagai proyek infrastruktur strategis di daerah. Berdasarkan data terbaru per Oktober 2026, capaian kinerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Bengkulu menunjukkan hasil yang signifikan, baik dari sisi penyerapan anggaran maupun progres di lapangan.
Kepala BPJN Bengkulu, Zepnat Kambu, mengungkapkan bahwa progres keuangan PJN Wilayah II kini telah mencapai 90,39 persen, sementara progres fisik menyentuh angka 96,65 persen.
”Kami terus menggeber penyelesaian 17 paket infrastruktur yang bersumber dari program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah atau IJD. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi wilayah serta memperlancar konektivitas antar-daerah di Bengkulu,” ujar Zepnat.
Fokus Penggantian dan Pembangunan Jembatan
Selain ruas jalan utama, BPJN Bengkulu juga memberikan perhatian khusus pada pembangunan serta penggantian jembatan guna memastikan keselamatan para pengguna jalan.
Jembatan Laga (Kabupaten Seluma): Proyek ini menjadi salah satu fokus utama akselerasi pembangunan dengan penekanan ketat pada kualitas material dan keamanan struktur bangunan.
Jembatan Bangkai: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Achmad Perianto turun langsung mengawal ketat progres penggantian jembatan ini. Pengawasan intensif dilakukan demi menjaga mutu konstruksi agar selesai tepat waktu sesuai standar teknis.
Preservasi Jalan dan Mitigasi Bencana
Dalam aspek pemeliharaan, BPJN Bengkulu mengantisipasi potensi bencana alam di musim penghujan dengan menerapkan teknologi mitigasi risiko di sejumlah titik rawan.
Stabilisasi Tebing (Shotcrete): BPJN mengaplikasikan teknologi beton semprot bertekanan tinggi atau shotcrete pada tebing-tebing perbukitan di sepanjang ruas jalan nasional. Langkah preventif ini bertujuan untuk mencegah potensi longsor yang kerap mengancam keselamatan pengendara.
Tertib Pemanfaatan Bahu Jalan: Melalui kampanye edukasi di kanal resmi Instagram (@bpjnbengkulu), pihak balai terus mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan bahu jalan nasional untuk lokasi parkir liar maupun tempat berjualan. Penertiban ini krusial demi menjaga fungsi jalur evakuasi sekaligus memperpanjang usia keawetan struktur aspal.
Melalui komitmen dan pengawasan berlapis ini, BPJN Bengkulu optimis seluruh target pembangunan infrastruktur tahun 2026 dapat rampung optimal, memberikan kenyamanan, serta mendongkrak keselamatan berlalu lintas bagi masyarakat Bengkulu.
Penulis: M Martanus


