
Oleh : Rio HDV
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan standar keamanan pangan di seluruh Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) setelah terjadinya insiden keracunan pangan di beberapa lokasi. Insiden tersebut menjadi evaluasi penting bagi penguatan sistem manajemen keamanan pangan nasional.
Penyebab Utama Keracunan di Dapur MBG
Berdasarkan hasil evaluasi awal, potensi penyebab keracunan di dapur MBG dapat dikategorikan sebagai berikut:
1. Kontaminasi mikrobiologis
• Bakteri patogen seperti Salmonella, E. coli, dan Staphylococcus aureus akibat sanitasi yang tidak memadai.
2. Kesalahan proses pengolahan makanan
• Suhu memasak yang tidak mencapai standar, penyimpanan makanan pada suhu tidak aman, serta waktu distribusi yang terlalu lama.
3. Higiene personal yang kurang optimal
• Kurangnya kepatuhan tenaga dapur terhadap prosedur kebersihan diri, seperti penggunaan APD (alat pelindung diri) dan kebiasaan cuci tangan.
4. Manajemen rantai pasok bahan pangan
• Bahan baku tidak memenuhi standar mutu, distribusi tidak terkontrol, dan tidak adanya sistem pelacakan (traceability).
Langkah Pencegahan Sejak Dini
BGN menetapkan sejumlah langkah strategis untuk mencegah kejadian serupa, antara lain:
1. Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan
• Implementasi standar HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) di seluruh dapur MBG.
2. Standarisasi SOP Operasional Dapur
• Penyusunan SOP mulai dari penerimaan bahan, penyimpanan, pengolahan, distribusi hingga pengelolaan limbah.
3. Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Dapur
• Program pelatihan rutin bagi juru masak, petugas gudang, dan distribusi, termasuk sertifikasi higiene sanitasi.
4. Audit dan Inspeksi Berkala
• Audit internal dan eksternal secara periodik untuk memastikan kepatuhan terhadap standar nasional dan internasional.
Pelibatan Konsultan Profesional oleh BGN
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, BGN melibatkan konsultan profesional independen untuk melakukan assessment menyeluruh terhadap setiap dapur MBG di masing-masing koordinator wilayah (Korwil).
Assessment ini mencakup:
• Evaluasi desain dan tata letak dapur (kitchen layout)
• Analisis risiko kontaminasi silang
• Penilaian sistem rantai pasok bahan pangan
• Audit SOP dan kepatuhan operasional
• Rekomendasi perbaikan berbasis best practice industri pangan
Hasil assessment akan menjadi dasar perbaikan sistemik dan peningkatan standar nasional dapur MBG di seluruh Indonesia.
Komitmen BGN
BGN menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan prioritas nasional yang harus dijalankan dengan prinsip zero incident, aman, higienis, dan berkelanjutan. BGN akan terus melakukan penguatan pengawasan, transparansi, dan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.
Rio HDV : F&B Consultant


