
Sinyal Liga Amatir (Liga 3 dan Liga 4 ) boleh menggunakan dana APBD sudah lama menyala. Dan, membuka peluang bagi pemerintah daerah memanfaatkan dana APBD untuk mendanai klub flat merah mengarungi kompetisi Liga 3 dan 4 di daerah yang dipimpinnya
Terbukanya kran penggunaan dana APBD itu, mengacu kepada revisi Permendagri No 1 tahun Tahun 2011/Permendagri 22 Tahun 2011, tentang penggunaan APBD untuk cabang olahraga dengan penekanan peran Pemda dalam pembinaan sepakbola amatir di daerah
Kebijakan ini, bertujuan untuk membangun sepakbola dari tingkat akar rumput (grassroot). Dan, dana APBD ini, hanya diperbolehkan untuk klub klub yang berstatus amatir, khususnya Liga 3 dan 4,.mulai musim 2025 – 2026. Menariknya, setelah kran dibuka, malah kompetisi Liga 4, masih sepi dari klub plat merah
Pemerintah Daerah di Sumbar, Kurang Peduli Sepakbola
Miris, bikin hati teriris. Kesempatan itu, tak dimanfaatkan oleh Pemko dan Pemkab di Provinsi Sumbar. Bukan asal bicara, tapi berdasarkan fakta. Musim kompetisi 2024 – 2025 dan musim 2025 – 2026, keikutsertaan klub plat merah sangat minim sekali.
Seakan tak perduli, walau kran telah dibuka menggunakan dana APBD. Bayangkan saja, musim 2024 – 2025, 19 kabupaten/kota di Sumbar, hanya diikuti 6 tim, 1 diantaranya tim plat merah PSPP Kota Padang Panjang. Begitu juga musim 2025 – 2026, hanya diikuti 10 tim, 2 tim plat merah, PSP Padang dan PSPP Padang Panjang
Sekedar gambaran, beberapa tim plat merah yang mempunyai sejarah panjang persepakbolaan di Sumbar. Tim plat merah itu, melegenda dan menjadi kebanggaan daerahnya. Namun seiring perjalan waktu, menghilang begitu saja, tanpa kabar berita. Padahal, tak susah mencarikan dana, sebab APBD sudah bisa digunakan untuk mengarungi kompetisi. Kok, masih mati suri?
Beberapa klub plat merah melegenda itu, Persiju Sijunjung, PSKB Bukittinggi, PS Pasaman Barat, PSKPS Pasaman, Persepak Payakumbuh, PSBS Batu Sangkar, PS Dhamasraya, PS
Solok Selatan, PSKA Agam, PS Gas Sawahlunto, Persis Solok, Gasliko 50 Kota, PSP Padang, PSPP Padang Panjang dan beberapa tim lainnya
Entah kepala daerah kurang peduli atau rasa cinta terhadap sepakbola tak ada sama sekali. Kalaupun ada sekedar Selfi di lapangan hijau. Sekedar menyisipkan APBD untuk sepakbola, masih tak bisa. Padahal, peluang itu terbuka. Tak mengeluarkan uang dari kantong diri, tinggal memasukan anggaran di APBD. Kok masih tak bisa. Kurang pedulikah, kepala daerah?
Penulis
Novri Investigasi


