
Tuan Takur, menjadi tranding sekarang ini. Menjadi perbincangan banyak orang, meramaikan gelanggang. Viral di media sosial, menuai beragam tanggapan. Karena, Tuan Takur, dianggap meresahkan, merugikan dan melanggar aturan
Suasana semakin panas, lebih panas dari terik matahari, saat menjalani ibadah puasa. Khususnya di Kota Padang, terutama di Pasarraya, Tuan Tukur, meresahkan pedagang dilakukan razia. Karena, Tuan Takur, berkedok preman, berseragam dan berdasi itu, melakukan intimidasi, melakukan pungutan liar yang merugikan pedagang kecil
Tuan Takur, sudah lama beraksi, seiring aktifitas jual beli di Pasarraya. Namun, langkah mereka tak berhenti, terus beroperasi, disebabkan tak ada yang berani memberantasnya. Namun, denyut nadi Tuan Takur, seakan berhenti, saat Andre Rosiade dengan tegas siap membasmi. Bukan sekedar bualan, tapi Sidak kelapangan
Bekerjasama dengan pihak terkait, Kapolda dan pemangku kebijakan, sekarang Pasarraya sudah aman terkendali. Wajah pedagang berseri, tak ada gangguan lagi. Tapi, apakah benar benar terkikis habis, pertanyaan yang menjadi perhatian kita semua. Ya, saat pengawasan mulai mengendor, Sidak sekedar seremoni, tentu akan beroperasi kembali
Tuan Takur Pengaturan Lelang atau Tender
Kita tinggal dulu pembahasan Tuan Takur di Pasarraya. Walau, sekedar mencari makan, mereka diburu dan di Sidak, agar mereka jera. Tapi, bagaimana dengan Tuan Takur yang mengatur lelang atau tender proyek. Tuan Takur di Pasarraya merugikan pedagang. Sementara, Tuan Takur pengaturan lelang atau tender merugikan rekanan
Ada perbedaan mencolok Tuan Takur di Pasarraya dan Tuan Takur pengaturan tender atau lelang. Tuan Takur di Pasarraya, melibatkan oknum dan preman. Sementara, Tuan Takur lelang atau tender, berlindung dibalik kekuasaan.
Sebab, Tuan Takur bertindak sebagai perantara yang menghubungkan rekanan dengan dinas terkait untuk memenangkan tender. Modusnya, melalui pengaturan itu, Tuan Takur meminta fee kepada rekanan atas jasanya memenangkan lelang atau tender
Bahkan, kasus Tuan Takur lelang atau tender ini, menjadi perbincangan dan menuai sorotan rekanan, adanya dugaan percaloan proyek oleh Timses Bupati Bogor, termasuk viral juga kasus melibatkan pengkondisian pemenang lelang di Lampung. Lalu, bagaimana di Sumbar, khususnya di Kota Padang. Apakah, ada juga Tuan Takur, melakukan pengaturan lelang atau proyek. Jangan tanya rumput yang bergoyang. Karena, disana tak akan ada jawabannya
Penulis
Novri Investigasi


