
Perjuangan Garuda Muda dibawah asuhan STY, pelatih asal Korea Selatan itu, pantas diberi apresiasi. Bahkan, tak berlebihan diberi penghargaan. Karena, sebagai tim debutan di ajang Piala Asia U 23, berhasil menembus empat besar. Hebatnya, dalam babak semifinal itu, 3 negara pernah merasakan juara, sementara Timnas Indonesia berstatus debutan. Jalan terjal yang harus ditempuh menuju juara dan rebut tiket Olimpiade Paris 2024.
Irak yang akan berhadapan dengan Jepang, pernah mengangkat tropi Piala Asia U 23 pada edisi 1 tahun 2013. Sementara, Jepang merasakan juara pada edisi kedua tahun 2016. Lawan Timnas Indonesia di semifinal Uzbekistan, juara di edisi ketiga tahun 2018.
Artinya, pada babak semi final ini, Timnas Indonesia dikepung Raksasa Sepakbola Asia. Dan, perjuangan berat untuk meraih tiket Olimpiade Paris 2024. Andai Timnas Indonesia menang melawan Uzbekistan, berarti satu tiket sudah ditangan. Namun, jika kalah, dua Raksasa lain menunggu yang kalah antara Irak dan Jepang
Diakui, untuk memperebutkan posisi ketiga, batas tiket untuk Olimpiade Paris 2024 ini, juga sangat berat. Sebab, lawan dihadapi antara Irak dan Jepang, dua Raksasa Asia yang pernah merasakan juara Asia U23 dan bertekad merebut tiket Olimpiade Paris 2023. Kalaupun ada kesempatan, mungkin memperebutkan tiket ke empat melalui babak fly off dengan wakil Afrika Selatan
Kita kupas dulu, menghadapi Uzbekistan.
Melihat statistik Uzbekistan pada babak penyisihan sampai menuju semi final, sangat fantastis. Tanpa kekalahan dan mengalami kebobolan. Main pertama melawan Malaysia menang 2 – 0. Membantai Kuwait main kedua dengan skore 5 – 0 dan terakhir membantai Vietnam 3-0. Pada babak delapan besar menundukkan Arab Saudi 2 – 0
Empat kali pertandingan menuju semi final tanpa kekalahan dan kebobolan. Dan, sukses mencetak 12 gol ke gawang lain. Menariknya, 12 gol itu, diciptakan merata oleh pemain dalam berbagai posisi. Bukan dominasi penyerang. Dan, ini membuktikan kekuatan Uzbekistan merata diberbagai lini.
Beda jauh dengan Timnas Indonesia. Pada pertandingan pertama, kalah kontraversial melawan Tuan Rumah Qatar 2 – 0. Selanjutnya, menang Lawan Yordania 4 – 1 dan menang melawan Australia 1 – 0. Di delapan besar Timnas Indonesia mengalahkan juara Piala Asia U 23 edisi ke empat 2022, Korea Selatan melalui pertarungan dramastis
Berbagai angka 2 – 2 pada waktu normal dan tambahan waktu. Kemenangan pun diraih melalui drama finalti 10 – 11. Dan, menjadi rekord baru, finalti terlama sepanjang sejarah Piala Asia U 23. Dengan kemenangan ini, Indonesia menghadapi lawan tangguh Uzbekistan yang tak merasakan kekalahan dan kebobolan.
Berat, tapi tak ada yang tak mungkin. Racikan STY sangat ampuh, terlihat dari fase penyisihan group. Keluar dari group neraka dan menundukkan Korea Selatan juara edisi ke tahun 2020 di delapan besar
Sudah dipenghujung jalan dan teruskan perjuangan. Babak semi final melawan Uzbekistan, harus menang. Sebab, sukses ganda sudah ditangan, sukses melaju kebabak dan berjuang untuk menjadi juara, sukses meraih tiket Olimpiade Paris 2024. Kita dukung dan doakan bersama, Indonesia Bisa
Penulis
Novri Investigasi


