
100 hari kepemimpinan Fadly Amran- Maigus Nasir, masih menyisakan beragam persoalan. 10 Program Unggulan menjadi kebanggaan juga menuai sorotan. Salah satunya, Padang Rancak (Peningkatan Sektor Pariwisata dan Budaya). Pungutan liar dan parkir liar di lokasi wisata, masih marak di 100 hari kepemimpinan Fadly Amran – Maigus Nasir
Sebelum mengupas persoalan yang terjadi dan viral di Padang Kota Tercinta ini, sedikit kita mengupas masalah pungutan liar dan parkir liar. Parkir merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan sehari hari sebagai pengguna kendaraan pribadi. Profesi parkir telah ada sejak abad ke 20, ketika mobil mulai menjadi transportasi umum
Awalnya, petugas parkir, hanyalah polisi lalu lintas yang membantu mengatur kendaraan dijalanan padat. Seiring bertambahnya jumlah kendaraan, muncullah petugas parkir yang sering bekerja di lokasi strategis, termasuk ditempat wisata. Tukang parkir liar inilah fenonema yang meresahkan. Sebab, mereka sering mengumpulkan pendapatan tanpa memberikan karcis atau izin resmi.
Parahnya lagi, pengaturan parkir seringkali dilakukan sekelompok orang yang dipimpin jagoan atau menguasai area. Bahkan, juga melibatkan oknum yang ikut membeking dan menikmati pungutan liar berjemaah itu. Tak terbantahkan, persoalan ini semakin hari semakin meresahkan, bukan berdasarkan aturan, tapi sudah mengarah pungutan liar
Persoalan Tak Kunjung Usai
Kita tak bercerita persoalan parkir yang mengebohkan beberapa hari belakangan. Bahkan, menjadi viral di media sosial. Curhat pemilik kendaraan, perantau yang datang ke lokasi wisata, para wisatawan nasional maupun mancanegara di media sosial, makin memperburuk wajah parkir dan wisata di Kota Padang
Sudah banyak yang ditangkap, semakin tumbuh subur. Seakan persoalan tak berujung. Sudah banyak video viral yang tersebar di media sosial, tapi tak menjadi efek jera tukang parkir nakal. Selesai satu, muncul lagi pelaku baru. Kok bisa seperti ini, sengkarut yang tak terselesaikan sampai kini. Atau perlu ditanyakan kepada rumput bergoyang. Barangkali disana, ada jawabnya
Sudah saatnya kita berbenah. 100 hari memang bukan ukuran, tapi berkelanjutan sampai habis masa jabatan. Setidaknya, Fadly Amran – Maigus Nasir, mencarikan solusi, menimalisir persoalan ini. Media sosial tak bisa dihentikan, kekecewaan pengunjung langsung tersebar dan viral.
Jelas viralnya persoalan parkir, mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Kota Padang. Karena, ada imeg wisata Kota Padang tak aman lagi. Dipenuhi pungutan dan parkir liar. Ujung ujungnya kunjungi wisatawan menurun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun ikut terjun. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


