
Horeeee, musim proyek telah tiba. Rekanan bersuka ria. Berharap kue proyek jatuh ketangannya. Walau berbagai cara dimainkan. Mulai dari ‘tajun payuang, sampai bermain bekingan.
Pemain lama, mulai bergerilya. Rekanan di bawa sata yang bisa dibawa ber iya iya. Angkat barang cocok harga. Sesuai penawaran dan tawaran, pemenang tinggal dimainkan
Bagaimana pula dengan pemain Timses yang sukses menghantarkan jagoannya menjadi kepala daerah. Berdarah darah saat Pilkada serentak 2024 lalu, tentu minta jatah juga. Apakah, akan dilibatkan dan ‘ikut sata’
Nah, bakal terjadi perseteruan pemain lama dan pemain baru, pada lelang proyek tahun ini, termasuk juga di Kota Padang. Belum bergulirnya mutasi, pemain lama masih mendominasi. Namun, desakan dan saingan pemain baru berkedok Timses, bakal menganggu. Alasannya, dekat dengan walikota terpilih, punya peluang besar untuk dimenangkan. Apakah, sampai basitegang?
Tak Ada Makelar Proyek
Khusus di Kota Padang, ada dinding pembatas menghambat gerakan Timses pada saat lelang. Soalnya, saat Pilkada 2024 lalu, pasangan Fadly Amran – Maigus Nasir, terang terangan mengatakan, jika ia terpilih tak ada makelar proyek.
Meski banyak diragukan berbagai pihak, diharapkan janji itu terealisasi. Berat ditengah tuntutan Timses yang ikut berjuang saat Pilkada. Mau tak mau, ada politik balas jasa. Mengembalikan modal terpakai saat Pilkada
Khusus
dilingkungan Pemko Padang, ada beberapa OPD yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan infrastruktur. Baik itu, Dinas PUPR, Dinas Perkim, Dinas Pendidikan dan lainnya. Biasanya OPD tersebut, lahan basah dan rentan permainan. Baik pemain lama maupun pemain baru berkedok Timses. Apalagi, rekanan yang mendapat kesempatan mengerjakan proyek itu ke itu saja. Seakan sudah terjalin chmistry dan tinggal melanjutkan saja
Jujur, kalau komitmen Fadly Amran – Maigus Nasir dijalankan, tentu menutup ruang gerak Timses dan calon makelar. Dan, menghilangkan tradisi selama ini. Karena, fee proyek, cara instan mengembalikan modal selama kampanye. Juga menjadi jatah bagi Timses sebagai ajang balas jasa
Fee proyek salah satu solusi Timses yang punya peran penting sebagai perpanjangan tangan untuk mengumpulkan fee tersebut. Jika ini dilarang,
bukan janji politik demi menarik simpatik. Layak rasanya kita dukung bersama. Demi menciptakan pemerintah yang bersih dan bebas KKN.
Okelah, Fadly Amran tulus mengabdi dan membangun Kota Padang. Namun, apakah timses juga punya ketulusan yang sama.Terlepas dari persoalan itu, kita juga berharap komitmen ini terwujud. Dan, imeg selama ini, Pilkada langsung rentan melahirkan pemimpin yang korupsi.
Karena, cost Pilkada sangat tinggi dan ada peran pihak ketiga ikut memodali. Mungkin ada cara elegan mencari peluang untuk Timses. Bukan menjadikan proyek, salah satu solusi mengembalikan modal.Tidak itu saja, pasangan ini juga perlu menyegarkan OPD yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan infrastruktur. Karena, masih dihuni pemain lama. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


