
Siang tarang bacahayo matohari
Tarangi bumi manjalang patang
Batanyo juo galanggang rami
Lai ka bangkik PSP Padang
Gabak di hulu tando ka hujan
Langik tatutuik jo awan hitam
Dulu sangaik ditakuik an dek lawan
Kini marangkak di Liga Tarkam
Ba cahayo bulan malam ko tarang
Baribu bintang sato manjalang
Kini lah batuka Walikota Padang
Lai paduli juo jo PSP Padang
Tak perlulah bercerita, kisah perjalajanan panjang ‘Pandeka Minang’ PSP Padang. Iba hati, sesak dada, seakan tak percaya. Berada di kasta tertinggi sepakbola negeri ini. Melahirkan pelatih dan pemain nasional. Sekarang, terperosok ke jurang paling dalam. Kasta terendah sepakbola nasional.’Pandeka Minang’ tinggal cerita dan tak lagi jadi kebanggaan. Naif, pedih. Itulah yang terjadi, membuat miris hati.
Duka berkepanjangan dan kembali terulang, PSP Padang, menjadi bulan bulanan klub ‘kemaren sore’ di Liga 3 Tarkam musim 2023-2024. Dan, pada Liga 4, kasta terendah sepakbola nasional, tak ikut musim kompetisi 2024- 2025 dengan alasan Pilkada
Harapan penggemar sepakbola Kota Padang, tinggal harapan tak bertepi. Padahal, masalah dana, bisa teratasi, jika ada niat dihati. Khan, bisa manfaatkan APBD, ditambah dukungan sponsor melalui proposal. Setidaknya, bisa berpartisipasi mengikuti berkompetisi. Dan, sejarah kelam dua walikota, membuat PSP Padang terbenam tak terulang kembali. Meski, mengembalikan kejayaan, sulit terulang.
Peluang Gunakan APBD Terbuka
Harapan untuk bangkit kembali, terbuka lebar dengan keluarnya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri. Surat Edaran itu, memperbolehkan klub amatir menggunakan dana APBD. Khan, bisa dimanfaatkan untuk bangkit dari keterpurukan
Surat Edaran bernomor 400 2/3883/SJ tentang Dukungan Pelaksanaan Kompetisi Sepakbola Amatir yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Ditanda tangani Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavan, tertanggal 15 Agustus 2024 itu, ditujukan kepada Gubernur, Walikota dan Bupati
Pada point 4 disebutkan Gubernur selaku wakil pemerintah pusat di daerah agar melakukan evaluasi dan monitoring atas dukungan pendanaan pelaksanaan kompetisi sepakbola amatir yang bersumber dari APBD dan melaporkan hasil pelaksanaannya secara triwulan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan tembusan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga melalui Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga
Kalau Tidak Sekarang Kapan Lagi
Secercah harapan mulai membias. Tingga, sama sama membahas. Bagaimana PSP Padang, bisa lagi naik kelas. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Dan,
diharapkan PSP Padang mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Liga 4 musim 2025 – 2026. Agar tak terkendala anggaran, Walikota Padang harus menganggarkan di APBD perubahan 2025. Persiapan panjang dan matang, harus dilakukan, karena ketatnya persaingan di Liga 4 ini.
Manfaatkan Anggaran Perubahan
Belum terlambat, kalau ada niat. Untuk mengikuti berbagai kompetisi, masalah dana, bisa dilakukan melalui anggaran perubahan Bukan untuk senior saja, juga untuk jenjang usia. Misalnya, khusus untuk senior, demi mengangkat PSP Padang dari keterpurukan, Walikota Padang bisa menganggarkan Rp500 juta. U 17 diperkirakan mencapai Rp200 juta, U15 sekitar Rp150 juta dan U 13 Rp100 juta. Biaya bisa bertambah dua kali lipat, jika lolos ke tingkat nasional.
Bayangan Masih Membias
Melihat situasi sekarang. Terbatasnya anggaran, disebabkan APBD Kota Padang tergerus 40 % untuk belanja pegawai, harapan itu sedikit membaias Apalagi, tak terlihat kesungguhan menggagarkan untuk persiapan PSP Padang, mengikuti Liga 4.
Harus ada solusi, disaat terbatasnya angggaran. Ini harus dilakukan, kalau tak ingin terkendala dalam menghadapi kompetisi yang butuh dana segar. Jangan sampai PSP Padang tak ikut kompetisi. Masa klub ibukota provinsi, kalah dari klub daerah lain yang sama sama plat merah. Padang Panjang, hanya 3 kecamatan, tapi mampu menembus ketingkat nasional. Masa PSP Padang 11 Kecamatan larut dalam keterpurukan. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi
Pemerhati Sepakbola


