
SOLOK, INVESTIGASI_Kok, takuik di lamun ombak, jan ba rumah di tapi pantai. Kok, takuik dilando banjir, jan barumah di tapi sungai. Bukan sekedar pesan tapi mengingatkan. Resiko tinggal di lokasi yang rawan. Berkat kepedulian pemerintah, resiko itu bisa diminalisir dengan membangun seawal, batu krib di pantai dan pembangunan sarana prasarana pengendalian banjir di Sungai
Kepedulian itu, terlihat juga di Batang Lembang, Kota dan Kabupaten Solok. Melalui pembangunan sarana/prasarana pengendalian banjir oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V, resiko banjir dan kecemasan warga teratasi. Bahkan, dilakukan setiap tahun, disebabkan panjangnya Batang Lembang yang menghubungkan Kabupaten dan Kota Solok
Tahun 2025 ini, pembangunsn sarana/prasarana pengendalian banjir Batang Lembang pemerintah mengalokasikan anggaran Rp48.630.865.000 dikerjakan PT. Takabea Reshi Consulindo, konsultan PT. Innako Internasional Konsulindo KSO KSO PT. Mettana, sumber dana SBDN, masa pelaksanaan 262 hari kalender
Tak Menyurutkan Langkah, Meski Hujan dan Cuaca Ekstrem Menghadang
Sudah menjadi resiko bekerja di Sungai. Hujan, cuaca ekstrem dan deras sungai menjadi penghalang. Deras dan air dan banjir, bisa meluluhlantakan pekerjaan sedang berjalan. Namun, semua itu tak mengurangi tekat rekanan untuk menuntaskan pekerjaan. Terbukti progres proyek bernomor kontrak : HK 02.01/Bws 5.8.2/IV-2025/2, tanggal kontrak 14 April 2025, tetap terjaga
Terbukti, sampai pertengahan Oktober 2025, progres proyek menjadi tanggungjawab PPK dan Pantai II, progres tetap terjaga. Bahkan, sudah mencapai 70- 80 persen. Diyakini, kerja keras rekanan, profesional menyikapi persoalan, pembangunan sarana/prasarana pengendalian Batang Lembang (Tahap 2) ini, akan selesai tepat mutu dan tepat waktu
Diapresiasi Warga
Pembangunan pengendalian banjir Batang Lembang, melintasi Kota Solok dan Kabupaten Solok itu, diapresiasi warga. Pekerjaan di tiga lokasi, Selayo, KTK ( Kubu Tampai Karambi) dan Anam Suku, sudah terlihat hasilnya. Bahkan, rekanan terlihat mengebut pekerjaan, meski hujan dan cuaca ekstrem menghadang
Terbukti, pekerjaan parapet di Selayo, hampir selesai. Diperkirakan tinggal 50 meter untuk tahap satu dan 30 meter untuk tahap dari 500 meter yang direncanakan. Bahkan, sudah masuk pekerjaan finishing, merapikan tanggul dan bahu jalan. Begitu juga di lokasi KTK, panjang parapet 160 meter, tersisa hanya 20 persen dan sudah dikerjakan 80 persen.
Rinciannya, tahap 1 tinggal 24 meter dan tahap 2 sekitar 35 meter. Dilokasi Anam Suku, panjang parapet 400 meter, tersisa pekerjaan 24 metet tahap satu dan 80 meter tahap dua. “Selesainya pekerjaan parapet untuk menahan luapan air sungai, agar tak masuk ke permukiman warga, makin menambah nyaman kami tinggal disini,” ujar Man warga setempat
Diakuinya, dengan adanya pekerjaan proyek ini, kecemasan warga terhadap bahaya banjir, teratasi. Apalagi, saat hujan, warga siap siaga, jika banjir datang melanda. Sekarang warga sudah tenang dan nyaman. Malam pun, bisa tidur nyenyak, walau hujan deras membasahi bumi dan melintasi sungai ini.
“Tertitip ucapan terima warga kepada BWSS V, terutama PPK dan rekanan yang telah berupaya memacu pekerjaan, tanpa mengabaikan mutu dan kualitas. Saya yakin, pekerjaan akan selesai tepat waktu dan tepat mutu. Sehingga, bisa bertahan lama dan dinikmati sepenuhnya oleh warga,” katanya
Penulis
Novri Investigasi


