
Pasbar, Investigasionline – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 yang dilaksanakan oleh Kodim 0305/Pasaman di Nagari Katiagan, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat Sumatera Barat, terbukti membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Pembangunan dan pengerasan jalan penghubung antarjorong tidak hanya memperlancar akses, tetapi juga meningkatkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah di wilayah tersebut.
Tokoh masyarakat setempat, Nahkodo, menyampaikan bahwa keberadaan jalan hasil program TMMD sangat membantu warga dalam aktivitas sehari-hari, terutama dalam hal mobilisasi hasil pertanian. Ia menuturkan, peningkatan NJOP tanah di sepanjang jalur penghubung antara Jorong Mandiangin dan Jorong Katiagan merupakan bukti nyata manfaat pembangunan ini.
“Setelah jalan penghubung selesai dibangun, nilai jual tanah di sekitar lokasi meningkat pesat. Masyarakat sangat bersyukur karena kini hasil panen lebih mudah diangkut dan biaya operasional menurun,” ujar Nahkodo, Selasa (21/10/2025).
Ia menjelaskan, sebelum adanya pembangunan jalan, petani harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar dua ratus rupiah per kilogram untuk ongkos langsir hasil panen. Namun, setelah akses jalan terbuka, biaya tersebut dapat dihapus karena proses penimbangan bisa dilakukan langsung di pinggir jalan.
Selain itu, kata Nahkodo, petani kini tidak lagi kesulitan mengangkut hasil pertanian ke tempat penjualan. Bahkan, pembeli sawit dan jagung sudah bisa datang langsung ke lokasi lahan masyarakat tanpa hambatan. Kondisi ini tentu memberikan efisiensi waktu dan biaya yang signifikan.
Lebih dari 120 hektare kebun masyarakat kini terbantu secara langsung berkat adanya jalan tersebut. Selain mempermudah transportasi, posisi lahan yang kini berada di pinggir jalan membuat nilai jual tanah meningkat signifikan dan berpotensi menjadi kawasan permukiman baru di Nagari Katiagan.
“Banyak warga mulai membangun pondok atau rumah di sekitar jalan ini. Selain dekat dengan lahan, kawasan ini juga aman dari abrasi pantai. Kami berharap pemerintah terus melanjutkan peningkatan jalan agar ke depan bisa menjadi daerah pemukiman yang layak,” tambahnya.
Nahkodo menuturkan, sebelum pembangunan dilakukan, warga sering menginap di lahan karena jarak tempuh ke rumah cukup jauh. Kini, akses yang sudah terbuka memungkinkan masyarakat bolak-balik dengan kendaraan tanpa kesulitan berarti.
“Dulu petani kesulitan mengangkut hasil panen. Sekarang mobil sudah bisa masuk sampai ke kebun. Bahkan pembeli datang langsung ke lokasi. Ini kemajuan besar bagi kami,” ungkapnya dengan rasa syukur.
Sementara itu, Komandan Kodim 0305/Pasaman, Letkol Arm Budi Prasetya, S.T., menegaskan bahwa pembangunan jalan sepanjang 5,8 kilometer di Nagari Katiagan tersebut merupakan salah satu program prioritas TMMD ke-126 tahun ini. Ia menyebutkan, proses pengerjaan pembukaan dan pengerasan jalan sudah mencapai tahap akhir dan segera bisa dimanfaatkan masyarakat.
“TMMD ini bertujuan membuka keterisolasian wilayah dan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat. Kami berharap hasilnya benar-benar dirasakan oleh warga,” ujarnya.
Letkol Budi juga menambahkan, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan TMMD ini, termasuk dalam penyediaan anggaran dan fasilitas pendukung. Ia berpesan agar setelah jalan selesai dibangun, masyarakat dapat menjaga dan merawatnya bersama.
“Di sepanjang jalan ini terdapat banyak kebun sawit masyarakat. Maka dari itu, kami harapkan warga ikut menjaga hasil pembangunan ini. TMMD tidak hanya tentang membangun jalan, tetapi juga membangun kesejahteraan dan kemandirian masyarakat,” tegasnya. fat


