
PADANG, INVESTIGASI_Belum selesai dikerjakan, wajah Kampung Nelayan Padang Sarai terlihat cerah. Apalagi, kalau selesai dikerjakan, kampung nelayan semakin indah dan menawan. Alhasil, harapan pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan itu, juga tercapai
Sebab, tujuan program Kampung Nelayan Merah Putih itu, mengubah wajah kampung nelayan dan pembudidaya tradisional menjadi lebih tertata, moden, nyaman dan bersih. Ada kebanggaan bagi warga Padang Sarai, karena kampung mereka, termasuk Kampung Nelayan Merah Putih yang mendapat dari pusat
Pembangunan Mulai Dikerjakan
Tak terpikirkan, tak terbayangkan, lokasi yang dulu dipenuhi semak belukar, tumbuhan liar, sekarang sudah datar. Hamparan tanah yang sudah diratakan, merubah wajah kampung itu, terlihat nyaman. Itu baru saja dimulai pekerjaan. Bayangkan, bagaimana kalau sudah selesai
Tak terbantahkan, sesuai harapan. Pekerjaan PT. Indopenta Bumi Permai perusahaan asal Surabaya, membangun Kampung Nelayan di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, menuai pujian. Walau berbagai kendala menghadang, cuaca ekstrem menjadi tantangan
Mutu dan Progres Terjaga
Kendala dilapangan, dapat diatasi rekanan. Terbukti mutu dan progres pekerjaan tetap terjaga. Malah, plus dari target yang direncanakan. Sebab, dalam bekerja mengikuti Standar Operasional Prosedur dan mengacu spesifikasi teknis.
Rekanan menyadari,
rentan bermain pada proyek senilai Rp13.187.057.000, sebab lokasi pekerjaan rawan bencana. Tak ingin bermasalah dikemudian, rekanan bekerja ekstra hati hati mengerjakan kegiatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman.
Struktur bangunan proyek bernomor kontrak B.6064/D.PJT.6/PI.420/PPK/IX/2025, terus dijaga. Kolaborasi dengan konsultan supervisi berjalan dengan baik. Bahkan, setiap material digunakan sudah melalui uji laboratorium
Berpacu dengan waktu, berhadapan dengan cuaca ekstrem, mempercepat pekerjaan, rekanan pun mendatangkan tenaga kerja tambahan. Dari 80 orang, akan ditambah menjadi 150 orang. Disadari atau tidak, 150 tenaga itu, menguntungkan warga Padang Sarai. Roda perekonomian pun berputar, terutama pemilik warung
Bukan saja, tambahan tenaga, spesifikasi teknis. tetap menjadi acuan kerja. Agar bangunan bertahan lama dan berdaya guna. Untuk slof beton K -200, kolom K250. Termasuk juga akses jalan memakan rigid beton K300, lebar 4 meter dan panjang 300 meter. Pekerjaan selaras dengan kontrak yang ditanda tangani
K3 Menjadi Perhatian
Resiko pekerjaan memang kecil, namun rekanan tetap memperhatikan Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3). Plang dilokasi pekerjaan, bukan pajangan semata. Tapi, juga mengingatkan pekerja. Tulisan Utamakan Kesehatan, Keselamatan Kerja, Anda Memasuki Kawasan Tertib K3, Wajib Menggunakan Alat Pelindung Diri, harus diterapkan
Dalam plang itu, juga mengingatkan, gunakan helm keselamatan, gunakan sepatu keselamatan, gunakan masker, gunakan sarung tangan, gunakan rompi keselamatan. Semuanya dipakai para pekerja. Sehingga, keseragaman dilapangan, bak pasukan siap bertempur menyelesaikan pekerjaan
Meningkatkan Ekonomi Masyarakat
Harapan besar, manfaat tak terhingga, akan dirasakan warga, jika pekerjaan selesai. Sebab, dengan adanya Kampung Nelayan Merah Putih ini, ekonomi masyarakat akan meningkat. Apalagi, juga akan dibentuk Koperasi Merab Putih, mengelola kawasan ini
Diakui, sebagian besar, warga menggantungkan hidupnya sebagai nelayan. Ratusan biduk kecil dan payang berjejeran di sepanjang pantai. Dengan adanya Kampung Nelayan ini, akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian nelayan. Sehingga, program Kampung Nelayan Merah Putih ini, tidak saja lingkungan tertata, juga meningkatkan ekonomi warga, sesuai harapan
Penulis
Novri Investigasi


