
PADANG, INVESTIGASI_Dua tahun sudah tanggul Batang Anai Roboh. Dua tahun warga, berharap cemas datangnya bencana. Dua tahun, menunggu dilakukan perbaikan, tapi tak kunjung mendapat tanggapan. Penantian yang panjang itu, berujung bencana
Langit menangis, tak kunjung henti membasahi bumi. Seiring tangisan warga Talao Mundam Nagari Katapiang. Tanggul roboh dua tahun lalu, meluap. Jalan berubah menjadi sungai. Sekarang, siap merendam komplek perumahan
Padahal, robohnya tanggul itu, sudah dilaporkan ke Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS). Bahkan, pernah dipasang baliho ‘hati hati tanggul roboh’. Seiring waktu, baliho peringatan hilang’ tanggul roboh tak kunjung diperbaiki
Rawan Menelan Korban.
Hujan tiada henti dan meluluhlantakan negeri ini, juga meremuk rendamkan warga Talao Mundam, Nagari Kataping. Akses jalan menuju perkampungan dan perubahan, berubah jadi sungai. Tak lama lagi, bakal masuk komplek perumahan
Tidak itu saja, gorong gorong jalan, terancam roboh dan tak kuat menahan beban. Besi putus dan berlobang, rawan ambruk.”Belum hilang kecemasan, sekarang kami dilanda duka, akibat kurangnya kepedulian pihak yang bertanggungjawab terhadap robohnya tanggul Batang Anai,” Upik, warga Talao Mundam.
Kesedihan membias diwajahnya, saat bercerita duka dialami. Padahal, robohnya tanggul itu sudah dua tahun. Air sudah masuk ke jalan. Bahkan, tak ada lagi batas antara air dan jalan. Jika lengah sendiri, bawa kendaraan, bisa terjun ke Batang Anai
“Sekarang, jalan sudah tertutup air. Bahkan, jalan sungai menjadi aliran air sungai. Ditakutkan, jika hujan tak berhenti, akan masuk ke komplek.” Beginilah nasib dialami. Dua tahun cemas, banjir datang. Sekarang, kecemasan itu terjadi. Air meluap tak terbendung lain.”Ya, harus menunggu korban dulu, baru diperbaiki. Sabana marasai kami tinggal disini,” katanya mengakhiri
Penulis M. Adil


