
Pasbar, Investigasionline– Pondok Pesantren Ruqiyah Syariyah Buya Ronah di Nagari Ranah Air Haji, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), terus menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang memadukan pendalaman ilmu agama, pembinaan spiritual, serta penguatan karakter santri.
Pimpinan yayasan, Azwar Anas, Selasa (13/1), mengatakan, pesantren ini dikenal mengandalkan pembelajaran kitab kuning, pengamalan tarekat, serta praktik ruqiyah syar’iyah sebagai bagian dari kurikulum pendidikan keagamaannya. Pendekatan tersebut menjadi ciri khas yang membedakan Pondok Pesantren Ruqiyah Syariyah Buya Ronah dengan lembaga pendidikan Islam lainnya di Pasaman Barat.
Dalam pengembangan spiritual, pesantren ini membina santri melalui Tarekat Naqsyabandiyah. Melalui tarekat tersebut, santri dibimbing untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, serta membentuk ketenangan batin dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Selain fokus pada pendidikan keagamaan, Pondok Pesantren Ruqiyah Syariyah Buya Ronah juga aktif mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler. Pramuka, drumband, serta berbagai kegiatan penunjang lainnya menjadi wadah bagi santri untuk mengasah keterampilan, kedisiplinan, dan kebersamaan.
Menariknya, para santri juga diajarkan tata cara ruqiyah syar’iyah secara benar dan sesuai tuntunan agama. Pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi santri untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga diri dari praktik-praktik yang menyimpang.
Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Ruqiyah Syariyah Buya Ronah, Azwar Anas, merupakan murid dari Syekh Sikhul Ihwan, putra dari Syekh Abdul Majid Lubuk Landur. Latar belakang keilmuan tersebut menjadi fondasi kuat dalam pengelolaan dan pengembangan pesantren.
Didirikan pada tahun 2017, pondok pesantren ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Hingga saat ini, jumlah santri yang menimba ilmu di pesantren tersebut tercatat lebih dari 200 orang, berasal dari berbagai daerah di Pasaman Barat dan sekitarnya.
Pondok Pesantren Ruqiyah Syariyah Buya Ronah membuka jenjang pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Seluruh santri diwajibkan tinggal di asrama pondok dengan pengawasan yang ketat demi menjaga kedisiplinan dan fokus belajar.
Waktu libur santri diberikan pada saat penerimaan rapor, sementara selebihnya aktivitas santri berlangsung di lingkungan pondok. Khusus santri tingkat Aliyah, mereka telah mulai dibimbing secara intensif dalam pengamalan tarekat untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan pribadi.
Pada malam hari, santri mengikuti kegiatan wirid, latihan pidato, serta melaksanakan salat berjamaah. Kegiatan ini bertujuan membentuk mental, kepercayaan diri, serta kemampuan dakwah santri sejak dini.
Selain itu, pesantren ini juga telah memperoleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai sangat membantu dan meringankan beban para orang tua santri. Ke depan, pihak yayasan berharap Pondok Pesantren Ruqiyah Syariyah Buya Ronah mampu melahirkan generasi yang berakhlakul karimah, berilmu, serta memiliki karakter mandiri. fat


