
Kran tersumbat selama ini, sudah terbuka. Persoalan yang terjadi selama ini, tak lagi menjadi penghalang. Kisruh yang menyertai sudah teratasi. Delapan tahun tidur panjang, kini bangkit dan siap turun gunung bertarung di gelanggang
Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar, diharapkan, bisa menjaring atlit potensial atau berbakat dan dapat diteruskan ke jenjang nasional maupun jenjang yang lebih tinggi. Menjadi wadah lahirnya atlit yang siap bertarung di tingkat nasional
Menyelamatkan karier atlit berprestasi agar tak pindah ke daerah lain, karena minimnya kompetisi. Apalagi, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) yang diselenggarakan sekali 4 tahun itu, atlit membela provinsi lain, cerita tak asing lagi
Tak usah mengungkit cerita lama, penyebab Porprov tak digelar. Tak perlu mencari alasan penyebab kegagalan diselenggarakan pekan olahraga yang seyogyanya digelar sekali dua tahun. Pandangan kedepan diarahkan, bagaimana Porprov ke XVII tahun 2026 dan ke XVII tahun 2028 ini, sukses dilaksanakan
Surat Keterangan (SK) Gubernur Nomor 426.615.2025, sudah ditandatangani. Genderang Porprov sudah ditabuh. Beberapa daerah sudah menyatakan kesiapan untuk ikut serta. Dan, diharapkan seluruh kabupaten/kota di Sumbar, ikut meramaikan gelanggang pencarian bakat atlit di Ranah Minang ini.
Sekedar catatan, Provinsi Sumbar dengan luas wilayah 42.012,89, km2, memiliki 19 kabupaten/kota. Terdiri dari 12 kabupaten dan 7 kota. Untuk kota, ada Kota Bukittinggi, Padang, Padangpanjang, Pariaman, Payakumbuh, Sawahlunto dan Solok
Sedangkan kabupaten terdiri dari Agam, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, Tanah Datar. Nah, jika 19 kabupaten/kota ini, ikut meramaikan gebyar Porprov makin menggema, atlit potensial akan terjaring pada pesta olahraga sekali dua tahun ini
Sayang Diprediksi Beberapa Daerah Tak Ikut Meramaikan
Dibalik bangun dari tidur panjang Porprov Sumbar, ada kabar berita menganggu pikiran. Diharapkan Porprov diikuti seluruh kabupaten/kota, diprediksi tak seindah dibayangkan. Beberapa daerah masih abu abu dan belum menentukan sikap. Padahal, Porprov Sumbar, sudah ditetapkan bulan Juni dan Juli 2026.
Sebelumnya, Gubernur Sumbar, sudah memberi ultimatum, KONI daerah yang tak ikut Porprov, siap siap dicopot. Bahkan, juga menyebutkan, ketidaksiapan daerah sebagai cermin kegagalan KONI Kabupaten/Kota. Namun, semuanya itu, sampai sekarang belum digubris.
Soalnya, anggaran menjadi kendala beberapa kabupaten/kota untuk berpartisipasi pada Porprov itu. Realitas keuangan daerah membuat pengiriman atlit menjadi mustahil. Apalagi, anggaran Porprov tak masuk dalam RKPD 2026. Apakah Porprov terasa hambar, disebabkan beberapa kabupaten/kota tak ikut serta? Bersambung
Penulis
Novri Investigasi
Wartawan Utama
Pemerhati Olahraga


