
PASBAR, INVESTIGASI_ Kontraktor plat merah PT.Nindya Karya, terkesan abai dalam pekerjaan Paket Penanganan SPAM Pasca Bencana di Kabupaten Pasaman Barat.
Berdasarkan papan informasi, Penanganan SPAM Pasca Bencana, tersebar dibeberapa kabupaten/kota di Sumbar. Seperti di Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Pariaman dan Kota Padang Panjang.
Penanganan SPAM Pasca Bencana yang di alokasikan Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya Pelaksanaan Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Barat, Satker Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Sumatera Barat PPK Air Minum khusus di Kabupaten Pasaman Barat kontraktor Pelaksana terkesan abai dan lalai.
Pantauan media ini, berdasarkan papan informasi kegiatan tersebut terkontrak 2 Februari 2026 – Desember 2026 dengan jumlah titik pekerjaan terdapat di tiga Kabupaten, dua Kota di Sumatera Barat. Konsultan Pengawas PT. Rancang Semesta Nusantara, Kontaktor Pelaksana PT.Nindya Karya. Namun, untuk pagu anggaran tidak di tuliskan berapa jumlah nominalnya.
27 Juli 2026 pantauan media ini di lokasi kegiatan, terlihat satu unit alat berat PC 75 terparkir di area SPAM Talamau dengan pekerjaan pematangan lahan.
Pelaksana Pekerjaan di lokasi Yogi mengaku pekerjaan SPAM di laksanakan oleh Pak Arif yang bekerja di PDAM Pasbar. Namun, saat ditany, bukankah PT. Nindya Karya yang mengerjakan, Yogi mengaku tidak mengetahui.
Pekerjaan pendahuluan saat ini, katanya sudah dilakukan, seperti penggantian loteng, pekerjaan acian bak penampung bagian atas. Iaa juga mengatakan, selain pekerjaan rehab akan ada pembangunan satu unit bak penampungan air beserta pipa ke sumber air, satu unit kantor. “Dengan kondisi saat ini kita pesimis dapat terlaksana hingga sisa waktu yang tersisa,” katanya yakin
Sementara itu, Arif saat di hubungi via telpon selular mengaku, akan melakukan konfirmasi terkait pelaksanaan kegiatan kepada pihak PT.Nindya Karya. Saat di konfirmasikan, ia juga mengaku pekerjaan rehab loteng kantor, pembersihan bak penampung di subkonkan pelaksanaanya kepada dirinya. Namun, untuk pembangunan IPA dan Bak Penampung yang baru di kerjakan oleh Vendor dari Kota Bandung.
Terkait adanya alat berat mini merek Komatsu di lokasi kegiatan Arif mengaku tidak mengetahui siapa yang mendatangkan maupun orang yang di perintahkan mengoperasikan alat berat tersebut. Saat ini kendala pembangunan Pemda Pasaman Barat belum menuntaskan terkait lahan IPA baru yang akan dibangun. Jika membaca papan informasi proyek terkontrak 02 Februari 2026, berakhir hingga 39 Desember 2026 setidaknya sudah 7 Bulan waktu pelaksanaan terhitung. Lantas kendala bagaimana yang di maksud ?
Selanjutnya, Pejabat PSPAM Sumbar, Widya Putri saat di konfirmasi membenarkan adanya pekerjaan SPAM di Kabupaten Pasaman Barat. Terkait progres pelaksanaan kegiatan ia akan berkomunikasi dengan pihak PT.Nindya Karya.
Hingga berita ini diterbitkan , pihak Kontraktor Pelaksana PT
Nindya Karya belum berhasil dikonfirmasikan.
Penulis
BUYUNG


