
Meraih prestasi secara instan, cara pintas untuk memperbaiki peringkat pada Pekan Olahraga Nasional. Menginvestasikan dana besar untuk ‘membeli’ atlit atlit berprestasi dari daerah lain, demi mendongkrak perolehan medali
Fenomena ‘transfer atlit’ sebuah dilema, menganggu sistim pembinaan atlet jangka panjang didaerah asal. Ini perlu menjadi perhatian serius, disamping Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar Porprov ke XVII tahun 2026 dan ke XVII tahun 2028, menjadi solusi mengikat kepindahan atlit
Atlit Berprestasi Sumbar Pindah Bela Daerah Lain
Fenomena perpindahan atlit andalan Sumbar, membela daerah lain, bukan cerita baru. Tapi, lagu lama yang terus mengalun syahdu. Beberapa tahun lalu, ada nama Nurhayati atlit balap sepeda yang pindah membela Yogyakarta pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Kesejahteraan menjadi alasan klasik
Terdekat pada PON Aceh-Sumut 2024, dua atlit andalan Sumbar, kembali membela daerah lain. Rafika Putra dan Fauna Defril Jumra, juga memutuskan membela daerah lain. Rafika Putra, peraih emas pada PON Papua 2021 di lontar martil, memilih membela DKI Jakarta.
Fauma Defril Jumra peraih emas nomor dasa lomba, memutuskan bergabung dengan Provinsi Aceh. Patria Yosita Hapsari, peraih tiga medali emas di PON Riau 2012, pindah membela Jawa Timur.
Mela Eka Rahayu, peraih medali emas PON 2012 dari cabang angkat berat, hijrah ke DKI dan banyak lainnya. Kepindahan mereka, sukses meraih emas untuk daerah yang mereka bela. Dan, ini juga menjadi penyebab merosotnya prestasi Sumbar pada PON XXI Aceh – Sumut 2024.
Tak adanya dana pembinaan, dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi, minimnya fasilitas mengikuti berbagai Kejurnas, menjadi alasan. Dan, ini perlu menjadi perhatian Pemprov maupun KONI Sumbar agar transfer atlit tak terulang lagi.
Kesejahteraan Jadi Alasan
Tak dipungkiri, penyebab menjadi alasan atlit pindah ke daerah lain. Kesejahteraan yang lebih baik, jaminan masa depan, fasilitas pembinaan yang memadai. Tawaran gaji, bonus dan tunjangan lebih tinggi, penyebab dominan demi jaminan karier masa depan
Ketersediaan fasilitas olahraga yang lengkap dan modern, program pembinaan terstruktur dan berkualitas, menjadi daya tarik meningkatkan prestasi. Ketidakpastian daerah asal, membuka peluang ditempat lain yang lebih menjanjikan. Atlit juga manusia, butuh penghargaan dan kesejahteraan
Intinya, Porprov arena menjaring atlit andalan untuk meningkatkan prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, kesejahteraan juga menjadi perhatian. Apalagi, untuk meraih prestasi instan pada PON itu, beberapa atlit Sumbar juga menjadi bidikan daerah lain
Jawa Barat, Bengkulu dan Bangka Belitung, merayu atlit andalan Sumbar untuk memperkuat daerah mereka pada PON 2028. Jangan sampai terulang lagi, sebab Sumbar sendiri yang rugi. Semoga Porprov menjadi solusi dan meningkatkan kesejahteraan atlit menjadi antisipasi. Semoga. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


