
Logikanya, masuk lima besar merupakan prestasi yang membanggakan. Sayang, masuk lima berhasil yang diraih Sumatera Barat, bukan terkait prestasi, torehan tinya emas, kebanggan sebuah hasil yang dicapai Tapi, sebuah kegagalan dalam penanganan infrastruktur jalan provinsi.
Kenapa tidak? Di tengah upaya dan kerja keras, memperbaiki jalan rusak, memanjakan perantau pulang kampung halaman. Melewati jalan mulus dan nyaman dalam menempuh perjalanan. Sebuah kabar buruk menghampiri Ranah Minang.
Prestasi tak mengenakkan hati. Lebih dari sebuah kegagalan. Lima besar wilayah dengan kondisi infrastruktur jalan paling terdampak secara nasional. Dengan kata lain, masuk daftar provinsi dengan jalan rusak terpanjang di Indonesia
Berdasarkan rilis data terbaru Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Umum dilansir Kompas.Com, data kondisi jalan 2025 tersebut menempatkan Sumbar, jajaran lima besar wilayah dengan kondisi infrastruktur jalan paling terdampak secara nasional
Data terungkap, Sumatera Barat, memiliki total jalan rusak sepanjang 117,98 kilometer. Ini meliputi kerusakan ringan dan berat. Baik bersifat kerusakan struktural maupun fungsional pada ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah
Urutan yang menempatkan Sumbar lima besar itu, berada di bawah Kalimantan Tengah (191,56 Km), Kalimantan Timur (186,20 Km), Papua Barat (172,76) dan Papua Pegunungan (165,92). Sementara Sumatera Barat (117,98 Km), Papua (107,67), Sumatera Utara (106,10), Aceh (85,73), Nusa Tenggara Timur (84.30 Km) dan Lampung (81,12 Km)
Tahap Perbaikan
Namun, dalam beberapa hari ini, sudah beberapa kali dikonfirmasikan kepada Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar, termasuk Kepala Dinas Armizoprades, sedang dilakukan perbaikan. Bahkan, dibeberapa lokasi yang rawan, seperti di Kabupaten Pasaman dipacu perbaikan
Targetpun dipasang, selesai perbaikan menjelang lebaran. Ini dilakukan untuk kenyamanan pemusik. Terlepas dari upaya yang dilakukan, prestasi berbalik itu, menjadi catatan hitam, jalan provinsi di Sumbar. Butuh keseriusan mengatasi, bukan sekedar wacana tanpa adanya realisasi. Bukan sekedar kata tanpa disertai bukti.
Penulis
Novri Investigasi


