
PADANG, INVESTIGASI_Ada pertanyaan yang bergayut dihati warga. Pertanyaan yang belum terjawab dan masih menyimpan penasaran. Kenapa karung sedimen bertumpukan di sepanjang jalan, perumahan, pasar, bahkan juga terlihat di lokasi tempat warga berolahraga, dibiarkan begitu saja
Bukankah, tumpukan sedimen yang dikeruk dari drainase menimbulkan bau tak sedap. Malah, merusak pemandangan dan wajah Kota Padang. Tujuannya bagus, pengerukan dilakukan menghindari banjir, akibat drainase dangkal oleh tumpukan sedimen.
Tapi, adakah solusi agar tak menimbulkan masalah di lapangan, akibat dibiarkan bertumpuk berhari hari. Soalnya, bukan saja aroma tak sedap tercium juga menganggu aktifitas warga. Terutama di perkantoran, sekolah dan pasar. Ini sering jadi perbincangan dan menuai sorotan
Dikeringkan Lebih Kurang Satu Minggu
Tanda tanya dan keraguan warga terjawab juga, saat media ini mengkonfirmasikan kepada Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Well Of Sanora, Selasa (5/5), Via WA
Katanya, memang sengaja dibiarkan di lokasi penggerukan sedimen. Karung itu, dikeringkan lebih kurang satu Minggu. Sebab, jika basah dibawa dan kondisi berair, berserakan di sepanjang jalan. Lagipula, dalam kondisi berair berat diangkat ke atas mobil
Sedangkan sedimen itu, dibuang ke Disposal terdekat dengan lokasi penggerukan. Terkait sedimen dalam karung itu, ada yang bisa dimanfaatkan untuk tanah timbunan, itu boleh dibawa warga yang membutuhkan.” Tapi, melalui surat permohonan dan mencantumkan koordinat lokasi,” katanya.
Penulis
Novri Investigasi


