
PD. PANJANG, INVESTIGASI_Pekerjaan proyek di ISI Padang, diyakini kembali menuai permasalahan. Pasalnya, sudah memasuki awal Juni, progres pekerjaan diduga masih stagnan.
Padahal, jika dihitung mulainya pekerjaan tanggal 6 Februari 2026, masa pelaksanaan 180 hari kalender. Artinya, pekerjaan selesai bulan Juli. Ini terlihat berdasarkan dokumen kontrak Nomor 065/177/PPK-II/2026
Disebutkan pekerjaan tersebut dimulai pada 6 Februari 2026 dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender. Proyek memiliki nilai kontrak sekitar Rp12,7 miliar dan bersumber dari dana DIPA ISI Tahun Anggaran 2026. Diprediksi tak sesuai fakta dilapangan
Wajar keterlambatan pekerjaan proyek ini, menuai tanda tanya, warga dan rekanan di Kota Serambi Mekah itu. Bukan tanpa alasan, melihat kondisi pekerjaan dilapangan. Hanya terlihat beberapa tiang yang berdiri
Secara visual, dengan telah berlangsung pekerjaan selama 5 bulan, seharusnya sudah mencapai 80 persen atau memasuki masa finishing. “Kontrak di plang terlihat mulai 6 Februari, sekarang sudah bulan Juli. Masa pelaksanaan 180 hari kalender atau 6 bulan. Tapi, progress pekerjaan jauh dari harapan,” kata salah seorang rekanan di Kota Padang Panjang
Entah apa yang mendasari dan menjadi alasan keterlambatan, sampai sekarang belum ditemukan jawaban. Sampai berita ini diturunkan belum mendapat konfirmasi dari pihak ISI. Namun, upaya konfirmasi tetap dilakukan, demi mendapat jawaban. Dion


