
Pasbar, Investigasionline– Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Serba Usaha Pendidikan Kecamatan Pasaman (Kopseda) menetapkan kembali A. Maulana Lubis, S.Pd., M.Si sebagai Ketua Kopseda untuk periode 2026–2028. Keputusan tersebut diambil dalam forum tertinggi koperasi yang digelar di Aula Gedung Yaptip, Simpang Empat, Sabtu (6/6/2026).
RAT yang berlangsung penuh kekeluargaan itu menjadi momentum penting bagi anggota untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menentukan arah kebijakan koperasi ke depan. Forum tersebut juga menjadi wadah pertanggungjawaban pengurus atas pengelolaan koperasi selama Tahun Buku 2025.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pasaman Barat Agusli, Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat Imter Petri, Ketua Pengurus Kopseda A. Maulana Lubis, Dewan Pengawas, serta ratusan anggota yang berasal dari kalangan guru Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Pasaman.
Dalam agenda utama RAT, pengurus menyampaikan laporan pertanggungjawaban Tahun Buku 2025 yang mencakup aspek organisasi, administrasi, dan kondisi keuangan koperasi. Laporan tersebut kemudian dibahas secara terbuka oleh seluruh peserta rapat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Dewan Pengawas, laporan keuangan dan administrasi Kopseda dinilai tersusun secara transparan, tertib, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh anggota. Penilaian tersebut mendapat apresiasi dari peserta RAT yang hadir.
Pimpinan rapat menegaskan bahwa keterbukaan pengurus dalam menyampaikan kondisi keuangan koperasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan anggota. Seluruh transaksi dan pembukuan dipaparkan secara jelas sehingga mudah dipahami oleh peserta.
Meski demikian, forum juga mencatat adanya tantangan yang harus segera diselesaikan. Neraca Tahun Buku 2025 menunjukkan kondisi defisit sekitar Rp7 juta, yang menjadi perhatian serius bagi pengurus dan anggota.
Defisit tersebut dinilai sebagai alarm bagi koperasi untuk melakukan pembenahan tata kelola usaha dan mencari sumber pendapatan baru yang lebih produktif serta berkelanjutan. Berbagai masukan pun mengemuka dalam sidang RAT guna memperkuat kondisi keuangan koperasi.
Di tengah kondisi tersebut, Kopseda tetap mampu memberikan manfaat nyata kepada anggotanya. Salah satu bentuk manfaat itu adalah penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri yang nilainya mencapai lebih dari Rp1 juta per anggota.
Keberhasilan memberikan THR kepada anggota menunjukkan bahwa koperasi masih memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya, meskipun sedang menghadapi tantangan finansial.
Selain membahas laporan pertanggungjawaban, RAT juga menetapkan susunan pengurus baru periode 2026–2028. A. Maulana Lubis kembali dipercaya sebagai Ketua, didampingi Elisatra, M.Pd sebagai Wakil Ketua.
Jabatan Sekretaris dipercayakan kepada Rukiyah, S.Pd, Wakil Sekretaris dijabat Zainal, M.Pd, sementara posisi Bendahara diamanahkan kepada Rodwel Yuldi, S.Pd. Susunan kepengurusan tersebut diharapkan mampu membawa koperasi menuju kondisi yang lebih sehat dan berkembang.
Sementara itu, Dewan Pengawas periode 2026–2028 dipimpin Jonrainal, S.Pd., M.Si sebagai Ketua, dengan anggota Maswir, S.Pd dan Aziskan, S.Pd. Kehadiran pengawas dinilai sangat strategis dalam memastikan seluruh kebijakan koperasi berjalan sesuai aturan dan kepentingan anggota.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pasaman Barat, Agusli, dalam arahannya menegaskan bahwa kemajuan koperasi tidak hanya ditentukan oleh pengurus, tetapi juga oleh sinergi antara anggota, pengurus, dan pengawas sebagai tiga pilar utama organisasi.
Menurutnya, anggota harus aktif memanfaatkan layanan koperasi dan mendukung unit usaha yang dimiliki. Di sisi lain, pengurus dituntut bekerja secara profesional, jujur, dan inovatif, sedangkan pengawas harus menjalankan fungsi kontrol secara objektif dan konstruktif.
Agusli juga menyoroti sejumlah peluang usaha yang masih terbuka lebar untuk dikembangkan Kopseda, seperti penyediaan alat tulis kantor (ATK), perlengkapan kebersihan sekolah, hingga berbagai kebutuhan penunjang proses belajar mengajar yang selama ini menjadi kebutuhan rutin dunia pendidikan.
“Setiap hari sekolah dan guru membutuhkan berbagai perlengkapan tersebut. Jika koperasi mampu mengelolanya secara serius dan terorganisir, maka peningkatan Sisa Hasil Usaha (SHU) sangat mungkin tercapai. Keuntungan itu pada akhirnya akan kembali kepada anggota,” ujar Agusli.
Ia berharap RAT tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi titik awal penguatan tata kelola, perluasan unit usaha, dan perbaikan kinerja keuangan koperasi. Dengan usia lebih dari empat dekade sejak berdiri pada tahun 1982, Kopseda Kecamatan Pasaman diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, mempertahankan transparansi yang telah terbangun, serta segera merealisasikan langkah-langkah strategis untuk keluar dari defisit dan meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya. fat


